Mudik Lebaran 2023

5 Hari Terakhir Pemudik Naik KA ke Banyuwangi Mencapai 18 Ribu Orang, Diperkirakan Terus Naik

"Total penumpang tersebut turun maupun naik dari stasiun-stasiun di wilayah Banyuwangi, dari Stasiun Kalibaru sampai Ketapang"

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Deddy Humana
surya/aflahul abidin
Para calon penumpang KA menunggu waktu keberangkatan di Stasiun Banyuwangi. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Lebih dari 18.000 pemudik tercatat sudah tiba di Kabupaten Banyuwangi melalui kereta api (KA) selama arus mudik Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang berbagai jenis KA dalam rentang lima hari, antara Jumat (14/4/2023) hingga Selasa (18/4/2023).

Di sisi lain, jumlah warga yang mudik meninggalkan Banyuwangi berjumlah sekitar 12.000 orang. Mereka meninggalkan kota di ujung Timur Pulau Jawa itu melalui berbagai stasiun yang ada di sana.

Plt Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Zaki Assjari mendetailkan, jumlah pemudik via KA yang turun di Banyuwangi selama arus mudik mencapai 18.869 orang. Sementara yang keluar dari Banyuwangi sebanyak 12.744 orang.

"Total penumpang tersebut turun maupun naik dari stasiun-stasiun di wilayah Banyuwangi, dari Stasiun Kalibaru sampai Ketapang," kata Zaki, Rabu (19/4/2023).

Ia menjelaskan, jumlah penumpang turun dan naik paling tinggi berada di Stasiun Banyuwangi Kota. Dari total angka tersebut, pemudik yang turun di Stasiun Banyuwangi sebanyak 5.254 orang. Sementara yang naik 3.778 orang.

Pihaknya memprediksi jumlah penumpang yang datang maupun pergi dari Banyuwangi untuk berlebaran masih akan naik beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, KAI Daop 9 juga mengingatkan penumpang soal aturan barang bawaan di KA. Menurut Zaki, penumpang KA diperbolehkan membawa barang bawaan tanpa pungutan dengan batasan berat maksimal 20 KG atau volume maksimal 100 dm3. Dimensi maksimal yang ditetapkan dalam aturan adalah 70 x 48 x 30 cm dan maksimal sebanyak 4 item bagasi.

Jika saat proses boarding, penumpang diketahui membawa bagasi melebihi ketentuan, KAI akan mengenakan bea sesuai dengan kelas kereta, yakni Rp 10.000 per KG untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per KG untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per KG untuk kelas ekonomi.

Zaki juga mengimbau penumpang KA untuk mempersiapkan perjalanannya sebaik mungkin. Salah satunya dengan datang lebih awal dari jadwal keberangkatan KA. Imbauan itu disampaikan mengingat adanya penumpang yang gagal berangkat karena tertinggal kereta.

Menurut Zaki, keterlambatan itu akibat penumpang terjebak macet saat perjalanan menuju stasiun. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, pihaknya meminta agar penumpang memperhitungkan baik-baik waktu keberangkatan menuju stasiun.

"Luangkan waktu yang cukup untuk perjalanan menuju stasiun, cek kondisi lalu lintas melalui peta digital untuk estimasi perjalanan, dan pastikan telah memenuhi syarat berpergian naik KA," katanya. *****

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved