Berita Gresik

Banyak Lahan BUMN di Gresik Tidak Terurus, Pemda Siap Mengelola untuk Tambah Pendapatan Daerah

Gus Yani juga memberi contoh BUMN di Gresik yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menempati lahannya

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani (kiri) saat podcast dengan KWG dengan tema meningkatkan ekonomi Kabupaten Gresik, Sabtu (28/1/2023). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) siap meningkatkan ekonomi Kabupaten Gresik dengan memanfaatkan lahan-lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini tidak terurus. Salah satunya, lahan-lahan itu bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM.

Rencana tersebut disampaikan Gus Yani dalam perbincangan melalui podcast Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika dan Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Gresik di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik, Jalan Basuki Rahmat, Minggu (29/1/2023).

Gus Yani mengatakan, pengelolaan lahan milik BUMN yang belum disertifikatkan, bisa memberi potensi Pendapatan Asli Daerah ( PAD) dari sektor pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Serta pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Banyak aset BUMN termasuk milik Semen Indonesia yang terbengkalai. Seperti perumahan karyawan Semen Gresik itu belum bersertifikat, sehingga tidak ada PBB. Sayang sekali jika dibiarkan," ujar Gus Yani.

Gus Yani juga siap mengelola aset-aset BUMN tersebut kalau memang belum terkelola. Caranya, aset-aset tersebut diserahkan ke pemda atau ke negara. "Kita ada anggaran untuk mengelola aset-aset tersebut jika diserahkan ke Pemkab Gresik. Dari pada tidak jelas alas haknya," kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Gus Yani juga memberi contoh BUMN di Gresik yang memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menempati lahannya. Yaitu Pelindo Indonesia, di mana ada 400 warga yang diberikan hak menempati dengan mendapatkan surat hak guna bangunan (HGB).

"Kemarin, saya pergi ke Jakarta untuk rapat bersama Menteri ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional) dan Pelindo Indonesia. Hasilnya, warga diizinkan menempati lahan Pelindo dengan sistem HGB," ungkap Gus Yani.

Selain BUMN Pelindo dan Semen Gresik, Gus Yani juga menilai iktikad baik Petrokimia Gresik. Sebab, saat ini Petrokimia Gresik terus memperbaiki adminitrasi aset-asetnya. "Kita bantu semua BUMN untuk kemudahan administrasi. Agar mengurus kejelasan aset-aset tanahnya, sebab Gresik ini masuk prioritas lengkap dari Kementerian ATR/BPN)," tambahnya.

Sementara Humas Semen Indonesia, AP Saverillah mengatakan, pengelolaan aset mereka ditangani oleh PT Sinergi Mitra Investama (SMI). "Untuk pengelolaan aset dikelola oleh PT SMI. Jadi silakan berkoordinasi dengan PT SMI," ujar Saverillah melalui sambungen selulernya. *****

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved