HUT PDI Perjuangan

Usia Emas PDIP: Konsisten Bergerak di Tengah Rakyat

Tulisan dari Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya terkait HUT PDI Perjuangan ke 50 atau usia emas PDI Perjuangan

Editor: Adrianus Adhi
Foto Istimewa PDIP Surabaya
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono 

Oleh: Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya

PULUHAN anak muda duduk melingkar. Lesehan, di atas tikar. Mahasiswa, pelajar, profesional muda. Ada pekerja muda, atau pelaku usaha. Mereka ngobrol gayeng, diskusi, tentang PDI Perjuangan di mata generasi gen Z dan milenial. Menyambut usia emas atau 50 tahun partai berlogo banteng moncong putih itu yang jatuh Selasa 10 Januari 2023.

Diskusi digelar Taruna Merah Putih (TMP) Kota Surabaya, sayap PDI Perjuangan yang mewadahi anak-anak muda. Mengundang hadir Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Surabaya, Denny Yan. Ada pula Ketua Karang Taruna Surabaya, Fuad Bernardi, putera Menteri Sosial Tri Rismaharini

Ada pegiat kepemudaan Sereza Buana dan advokat muda Zaitun Taher. Tak ketinggalan Ketua TMP Kota Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro, mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga. "Yang saya lihat, PDIP tuh yang diurusin negara dan rakyat,” kesan Zaitun.

Dia melihat, partai ini terbuka. Siapa pun boleh bergabung. Tidak menghitung latar primordial orang per orang. “Tidak agamamu apa, suku apa, etnis, dan lain-lain," katanya. Watak inilah yang membuat alumni Fakultas Hukum Unair itu tertarik kepada partai politik pimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri.

Denny Yan punya pengalaman berkesan. Suatu ketika, ia membeli kebab, hidangan khas Timur Tengah, di kawasan Peneleh. Dia lihat banyak stiker PDIP di rombong. Denny mengamati, lalu memberikan komen. "Wah banyak sekali stikernya, Pak," celetuk pengusaha muda itu.

Pedagang kebab menukas. "Di sini banyak (memilih) PDIP," ujar pedagang itu. Terbersit di pikiran Denny Yan tentang pemilih PDIP. Kalangan wong cilik, atau rakyat biasa. Tersebar di kampung-kampung dan pemukiman. “Dan, militan,” kisahnya.

Rajin Turun ke Bawah
Di Pemilu tahun 2024, jumlah pemilih kaum muda, kaum milinial, diperkirakan tembus di atas 40 persen. Bisa menjadikan kandidat presiden menang, atau kalah. Aryo Seno Bagaskoro berpendapat, kaum muda harus punya kesadaran politik. "Anak-anak muda harus melek politik. Pilihan saya di PDI Perjuangan," katanya mantap.

Fuad Bernardi masuk PDIP sejak 2015. Bukan karena orangtua meskipun ibundanya, Ibu Risma, saat itu wali kota Surabaya yang sangat berpengaruh dan dua kali diusung PDIP. "Saya masuk PDI Perjuangn karena kehendak sendiri. Gagasan-gagasan Bung Karno sangat releven di era kekinian," katanya.

Ia menggunakan akses yang dimiliki untuk membantu beragam kepentingan rakyat, terutama kalangan wong cilik. Mulai pendidikan, kesehatan, pendampingan UMKM, dan sebagainya. "PDI Perjuangan adalah wadah untuk membuat rakyat, terutama orang kecil, menjadi berdaya," kata Fuad.

Politik adalah seni! Di usia setengah abad, PDIP telah kenyang asam garam. Banyak melewati pasang surut kehidupan. Berjaya di Pemilu 1999, kalah 2 kali 2004 dan 2009. Bangkit dan menang 2 kali pada Pemilu 2014 dan 2019. Menang Pilpres dan Pemilu legislatif. Kini, membidik menang 3 kali berturut-turut, alias hattrick di Pemilu 2024. Semua survei menempatkan PDI Perjuangan sebagai jawara. Hasil itu konsisten dari waktu ke waktu.

Tidak ada hasil yang mengkhianati proses. Tidak ada hasil instan. PDI Perjuangan sadar, persoalan menantang adalah menjalankan mandat rakyat. Mempertahankan kepercayaan. Mengelola kekuasaan pemerintahan agar konsisten di jalan ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, serta bekerja untuk kepentingan rakyat. Mengupayakan terus kesejahteraan masyarakat.

Pada Kongres V di Bali, tahun 2019, Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menegaskan agar seluruh kader banteng bekerja keras dan terus hadir tengah rakyat. Menangis dan tertawa bersama rakyat. Setelah menang, kader-kader banteng semakin ngegas. Keluar masuk kampung. Rajin turun ke bawah, bertemu warga masyarakat. Memperjuangkan satu demi satu kepentingan warga, dengan terorganisir.

Energi Besar Anak Muda
Semua pergerakan itu terekam dalam memori rakyat. Bahwa partai politik yang konsisten turun ke masyarakat adalah PDI Perjuangan. Tidak hanya di musim kampanye saja. Dus, bekerja di tengah rakyat sekaligus menyusun kemenangan Pemilu 2024, dikerjakan sekaligus. Melalui pergerakan nyata kader-kader di lapangan. Dari hari ke hari, simultan dan berkelanjutan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved