Berita Pasuruan

Kepala Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan : Penataan Sesuai Perda dan Untuk Tingkatkan PAD

Menurutnya, kebijakan yang diterapkan di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan berdasarkan Peraturan Daerah (perda) Kabupaten Pasuruan.

surya.co.id/galih lintartika
Suasana Pasar Wisata Cheng Hoo Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kepala Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan Wahyu Wibowo memberikan tanggapan pasca kedatangan Paguyuban pedagang pasar wisata Cheng Hoo ke Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (5/12/2022) siang.

Menurutnya, kebijakan yang diterapkan di Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan berdasarkan Peraturan Daerah (perda) Kabupaten Pasuruan.

“Dasar saya, Perda Nomor 11 tahun 2013, Perda Nomor 10 tahun 2012, dan Nomor 7 tahun 2010,” kata Bowo, sapaan akrabya saat ditemui, Rabu (7/12/2022) pagi.

Menurut dia, tidak ada kebijakan yang diterapkan tidak memiliki tujuan.

Ia menegaskan sekali lagi, yang disampaikan paguyuban ke DPRD itu tidak memiliki dasar yang kuat.

“Misalnya, penambahan asongan itu dalam rangka memberikan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Karena diutamakan yang tidak memiliki pekerjaan,” jelasnya.

Baca juga: Pasar Cheng Ho Rawan Copet Sejak Bakul Asongan Masuk, Paguyuban Pedagang Wadul ke DPRD Pasuruan

Dan diutamakan, kata dia, masyarakat yang ada di lingkungan sekitar Pasar Wisata Cheng Hoo, yakni lingkungan Kasri. Menurutnya, yang sesuai dengan kriteria itu difasilitasi.

Bowo memastikan, penambahan asongan ini akan memberikan manfaat kepada semua pihak.

Dan ia memastikan jualan pedagang asongan ini tidak sama dengan pedagang di Pasar Wisata Cheng Hoo.

“Jualannya tidak sama. Karena mereka jualannya sudah ditentukan. Jadi kalau disebutkan asongan membuat pedagang yang lama merasa sepi pembeli itu juga tidak benar. Jualannya berbeda,” urainya.

Menurut Bowo, kebijakan penambahan asongan ini juga menjadi solusi buat masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan.

Salah satunya, pedagang yang baru saja tidak bekerja karena perusahaan pailit.

Di sisi lain, lanjut dia, ini juga bisa meningkatkan potensi Pendapatan Asil Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan. Bahkan, untuk PAD pelataran sudah melampaui target.

Baca juga: Pemkot Surabaya Raih Peringkat A Indeks Reformasi Birokrasi, Ini Kata Cak Eri Cahyadi

“Targetnya Rp 52 juta setahun. Sekarang sudah mencapai 145 persen. Artinya, ini potensi PAD bisa ditingkatkan dengan catatan mau memaksimalkan aset daerah,” jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved