Surabaya Darurat Gangster, Ini Cara Mengatasinya dan Respons Polisi
Surabaya darurat gangster. Berikut ini cara mengatasinya dan simak respons Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Tri Mulyono
Bentrokan tersebut sudah terjadi akhir Desember tahun 2021 lalu.
Artinya, bukan video bentrok yang terjadi semalam.
Kompol M Fakih, Kasi Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, video gagah-gagahan kelompok gangster memang menganggu ketenangan warga.
"Lebih dari 3 video yang kami identifikasi, video lama diunggah lagi. Sekarang kami masih mencari pengunggahnya," katanya, Minggu (4/12/2022).
Belum diketahui apa maksud dan tujuan gangster mengunggah banyak video gagah-gagahan di sosial media.
Ada dugaan video tersebut sengaja disebar untuk senjata menakuti-nakuti masyarakat.
"Kroscek lagi kalau ada video gagah-gagahan. Jangan gampang share atau dibuat status. Pastikan kebenarannya," pungkasnya.
Ramai warganet di media sosial menyampaikan kekhawatirannya akan kabar gangster di Surabaya berkeliaran dan membawa senjata tajam di malam hari.
Kekhawatiran tersebut banyak disampaikan di media sosial Twitter.
Salah satunya diunggah oleh akun Twitter ini.
"Alerta alerta!! inpo dari koncoku -rek kancane mari kenek kejadian tekan arek2 iku sepanjang arah lidah wetan ke sby barat. ati ati ya rekkss!! stay safe!! semoga ndang d basmi kabeh iku sampah masyarakat e sby," tulis akun tersebut.
Pihaknya sembari melampirkan tangkapan layar yang memberikan peringatan agar berhati-hati untuk tidak keluar malam terutama jam 12 ke atas dan menyebut gangster membawa clurit berkeliaran di Surabaya.
Pembahasan mengenai gangster di Surabaya ini juga ramai dibicarakan di media sosial TikTok.
Salah satunya diunggah oleh akun berikut. "Surabaya darurat gengster," tulisnya.
Hingga kini, unggahan tersebut tersebut telah dilihat lebih dari 200.000 kali.
Beragam komentar muncul terkait unggahan tersebut.
"Aku yang pulang ngopi malam-malam jadi takut," tulis salah satu akun.
Kompol M. Fakih meminta agar masyarakat Surabaya melaporkan ke kantor polisi terdekat apabila mendapati gangster yang membawa senjata tajam.
"Silakan melapor ke kantor polisi terdekat atau call 110," terangnya.
Panglima Gangster Ditangkap
Panglima Gengster Guk-Guk, Ardan (21), ditangkap bersama 6 orang temannya pada 29 November lalu, di sebuah kedai di Jalan Luntas, Kawasan Tambak sari.
Kelompok yang dipimpin pria bertubuh kurus dan tinggi sekitar 162 centimeter itu, sempat menyerang Fatur Rozi, remaja usia belasan asal Kenjeran dan Reno satpam perumahan di kawasan Mulyorejo dengan menggunakan senjata celurit.
Jumlah Gangster di Surabaya Ada Puluhan
Kepada polisi, Ardan mengungkapkan bahwa jumlah gangster di Kota Surabaya cukup banyak.
"Jumlahnya gak karu-karuan. Ada mungkin kalau puluhan," ungkap Ardan, Kamis (1/12/2022).
Kondisi Kota Surabaya Saat ini
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino Trinsanto mengatakan, Surabaya saat ini aman dari teror geng-geng remaja yang kerap menimbulkan kekisruhan.
Menurutnya, biang-biang geng yang doyan kekerasan sudah satu-persatu ditangkap.
Sebelum Ardan dan teman-temannya diciduk, November lalu pihaknya juga telah menjebloskan ketua dari geng yang kerap berbuat onar.
"Untuk mengantisipasi (ada lagi), kami akan mengimbau dan patroli untuk memantau setiap pergerakan di Surabaya," ujarnya.
AKBP Anton berpesan kepada masyarakat agar ikut aktif mencegah gangster-gangster kembali eksis.
Ia meminta warga Surabaya yang memiliki anak usia remaja, untuk cermat mengawasi pola pergaulan zaman sekarang.
Kemudian, Anton juga merekomendasikan agar masyarakat tidak segan melapor ke polisi jika melihat aktivitas yang berpotensi berujung pada aksi kejahatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Fakta-Surabaya-darurat-gangster.jpg)