Rabu, 15 April 2026

Surabaya Darurat Gangster, Ini Cara Mengatasinya dan Respons Polisi

Surabaya darurat gangster. Berikut ini cara mengatasinya dan simak respons Polrestabes Surabaya, Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Tri Mulyono
KOLASE CANVA/ SURYA.CO.ID Tony Hermawan
Ilustrasi Fakta Surabaya darurat gangster. Ardan (tengah) dan dua orang temannya mengaku kapok bikin gaduh di jalanan Surabaya, saat diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (1/12/2022). 

Melihat itu, Sugeng tak menyangkal dengan pengakuan para pelaku tersebut jika aksinya hanya sekedar untuk eksistensi.

Hanya saja, eksistensi yang ingin mereka wujudkan adalah eksistensi dalam bentuk sub kebudayaan menyimpang.

"Mereka ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa meskipun masyarakat didominasi oleh kekuatan ekonomi kapitalis, namun mereka ada di masyarakat. Untuk menunjukkan eksistensi mereka dengan menggunakan sub kebudayaan menyimpang, yang berbentuk kekerasan. Kekerasan yang mereka pertontonkan merupakan bentuk resistensi terhadap kondisi masyarakat," paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Sugeng, tawuran antar gangster merupakan fenomena tawuran yang melibatkan in group dan out group.

Dikatakannya, in group dan out group merupakan dua kelompok yang memiliki batas-batas yang tegas, seperti 'kita dan mereka'.

"Dalam in group mempunyai solidaritas kelompok yang kuat dan mengembangkan stereotipe terhadap kelompok lain. Anggota in group menganggap kelompoknya yang paling baik dan sempurna, sementara kelompok lain jelek, bahkan diberikan stereotipe yang bersifat negatif," urainya.

Viral video Surabaya darurat gangster

Ulah gangster menganggu ketenteraman warga Surabaya tidak melulu melakukan aksi penyerangan orang-orang di sekitarnya.

Media sosial pun kini juga dipilih untuk tempat menyebarkan teror.

Ada yang mempertontokan kelompok gangster konvoi sambil pamer senjata di atas sepeda motor.

Bahkan, ada pula video yang memperlihatkan bentrok antargeng.

Gangster makin gencar menunjukkan eksistensi lewat medsos ini terpantau beberapa jam setelah mereka digagalkan melakukan aksi tawuran besar-besaran.

Satu contoh adalah video bentrok di kawasan Tanjungsari IV, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya tersebar sejak dini hari.

Dari video itu, banyak warga menjadi takut keluar rumah saat malam hari karena khawatir menjadi sasaran gangster.

Akan tetapi, ketika ditelusuri video tersebut ternyata unggahan lawas.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved