Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

SOSOK Daden Mantan Ajudan Ferdy Sambo yang Sebut Eks Kapolri Idham Azis di Sidang Kasus Brigadir J

Berikut sosok Daden Miftahul Haq, mantan ajudan Ferdy Sambo yang menyebut nama eks Kapolri Idham Azis di sidang Pembunuhan Brigadir J.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
kolase Tribun Manado
Sosok Daden Mantan Ajudan Ferdy Sambo yang Sebut Nama Eks Kapolri Idham Azis di Sidang Kasus Brigadir J. 

"Itu di lapangan di Depok milik mantan pimpinan Polri," jawab Daden.

"Mantan pimpinan Polri ini siapa?" tanya lagi hakim

"Pak Idham (Idham Azis Mantan Kapolri) yang mulia," jawab Daden.

Dari situ, lantas majelis hakim menanyakan soal kesiapan Ferdy Sambo untuk kegiatan badminton tersebut.

Kata Daden, seluruh perlengkapan itu sudah disiapkan oleh ajudan lainnya yang bertugas, saat itu bernama Sadam.

"Raket memang ada di rumah?" tanya hakim Wahyu.

"Di Bangka yang mulia," jawab Daden.

"Terus siapa yang ambil ke Bangka?" tanya lagi hakim Wahyu.

"Setau saya di grup itu Sadam yang mulia, karena yang waktu itu standby di sana Sadam. Kemudian ada di sana Alfon juga yang mulia," ucap Dade.

Lalu kapan raket itu tiba di Saguling?

Daden mengaku sebelum ke Saguling, Ferdy Sambo sudah mampir ke Bangka dahulu untuk mengambil raketnya.

Daden lalu ditanya apakah setiap JUmat memang jadwal Ferdy Sambo bermain badminton di Depok?

Daden menjawab situasional dan atas undangan.

"Kalau rutin selasa dan jumat di lapangan badminton polda metro.

Sawangan tergantung situasi, ada undangan main," katanya.

Selain ditanya soal rencana bermain badminton, Daden juga ditanya soal senjata yang ada di mobil.

Dikatakan, biasanya selalu ada tiga senjata di mobil saat Ferdy Sambo bepergian.

Namun, saat ditanya apakah sarung tangan juga harus ada di mobil, Daden mengaku di dalam mobil tidak ada sarung tangan.

"Di dalam mobil tidak ada sarung tangan," katanya.

Sebelumnya, mantan ajudan Ferdy Sambo lainnya, Adzan Romer mengaku melihat Ferdy Sambo memakai sarung tangan hitam saat masuk ke DUren Tiga, lokasi pembunuhan Brigadir J.

Dia mengatakan, atasannya juga sudah mengenakan sarung tangan hitam dari rumah Saguling ke rumah Duren Tiga atau TKP pembunuhan.

“Setelah turun dari mobil, Pak Ferdy Sambo menjatuhkan pistol jenis HS setelah dua langkah berjalan. Saya sebagai aide-de-camp (ajudan) mau ambil tapi sudah keduluan. Beliau pakai sarung tangan hitam,” kata Romer saat menjadi saksi di sidang pembunuhan Yosua dengan terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau PN Jaksel, 31 Oktober 2022.

Ia juga melihat Ferdy Sambo memasukkan pistol HS ke saku sebelah kanan.

Setelahnya ia hanya menunggu di luar ketila Ferdy Sambo ke dalam lewat pintu garasi samping. Dari luar pagar Romer masih melihat Ricky Rizal dan Yosua.

Romer mengaku tidak mengetahui alasan Ferdy Sambo pergi ke Duren Tiga dari Saguling.

Ia mengatakan, pergi mengantar Ferdy Sambo dari rumah Jalan Bangka ke rumah Saguling pada pukul 15.30 WIB lewat. Saat itu Romer bersama Prayogi dan Farhan.

“Ferdy Sambo langsung ke dalam rumah Saguling. Saya menunggu di luar sama Prayogi dan Farhan,” ujar Romer.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved