Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya

UPDATE Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Sosok Penjaga Pintu Stadion dan Temuan TGIPF

Korban tewas Tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 133 orang. Berikut fakta-fakta terbaru tragedi Kanjuruhan!

Penulis: Dya Ayu | Editor: Musahadah
surya.co.id/purwanto
Suasana setelah laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Terbaru, korban tewas tragedi Kanjuruhan bertambah. 

“Penjaga keamanannya juga ada dari tentara, ada Satpol PP juga. Kalau banyak yang mengatakan pintunya tertutup, dimana letak polisi saat itu? Berdasarkan protab masing masing,” tambahnya.

Lebih lanjut Sumardhan menegaskan, pertandingan Derbi Jatim yang digelar Sabtu (1/10/2022) lalu hingga menewaskan 132 orang itu tak akan digelar jika tak mendapat izin dari pihak kepolisian.

“Dan ingat, kalau Kapolda dan Kapolres tidak menjamin keamanannya, pertandingan itu tidak akan terjadi. Karena dua lembaga itulah yang membuat dan memberikan rekomendasi keamanannya,” jelasnya.

TGIPF Ungkap Gas Air Mata Kadaluarsa

Terpisah, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mengungkap fakta ada 11 jenis amunisi gas air mata yang ditemukan dalam proses investigasi.

Dari 11 jenis tersebut ditemukan juga amunisi gas air mata yang kedaluwarsa.

Dalam laporan tim TGIPF di bagian Barang Bukti halaman 79 dijelaskan dari mana amunisi gas air mata tersebut didapatkan.

Tim yang dipimpin Menko Polhukam RI sekaligus Ketua TGIPF Mahfud MD itu di antatanya mendapatkan tujuh jenis amunisi gas air mata dari Satbrimob Polda Jawa Timur.

Tujuh jenis amunisi tersebut di antaranya Gasgun Hijau Polos sebanyak 2 Butir, Gasgun Ungu Polos sebanyak 2 Butir, Gasgun Merah Polos sebanyak 2 Butir, Gasgun Silver Polos, Silver AGL sebanyak 3 Butir, Gasgun Silver GL-203/L sebanyak 2 Butir, dan Gasgun CS Flashball sebanyak 2 Butir.

TGIPF juga mendapatkan dua jenis amunisi gas air mata dari Sabhara yakni Flashball Powder Kal 44 mm (merah) sebanyak 4 butir dan Flashball Smoke Kal 44 mm (kuning) sebanyak 2 butir.

Selain itu, TGIPF juga mendapatkan amunisi gas air mata yang diperoleh dari suporter/penonton yang berada di lokasi Stadion Kanjuruhan Gasgun Biru Polos sebanyak 1 butir.

Terakhir, TGIPF mendapatkan selongsong diduga perangkat gas air mata yang diterima dari Komnas HAM.

Pada bagian kronologi tahap pasca kejadian di halaman 103 dokumen laporan, TGIPF juga mengungkap di antara amunisi gas air mata yang diperoleh ada amunisi yang kedaluwarsa.

Hal tersebut disampaikam TGIPF dalam dokumen Laporan TGIPF Tragedi Kanjuruhan yang diunggah di laman resmi Kemenko Polhukam RI, polkam.go.id pada Senin (17/10/2022).

"Dari sebelas jenis/merek gas air mata tersebut di atas, terdapat GAM (Gas Air Mata) yang kedaluwarsa sehingga diperlukan hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kadar racun peluru dan selongsong gas air mata," kata TGIPF.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved