Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya
TANGISI Tragedi Arema vs Persebaya, Gilang Widya Pramana: Saya Tak Cari Uang di Arema Ini Kebanggaan
den Arema FC Gilang Widya Pramana menangis mengungkit tragedi Arema vs Persebaya yang menewaskan ratusan orang di stadion Kanjuruhan.
Peristiwa tersebut terjadi di luar dugaan.
Sebab, pada saat itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini, bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Pemerintah Daerah dari Kota dan Kabupaten Malang sedang memberikan santunan kepada korban tragedi Kanjuruhan.
"Pak pak pak tolong medis tolong medis ayo," ucap Tri Rismaharini yang berada di belakang Muhadjir.
Petugas medis pun kemudian bergegas segera menolong bapak tersebut.
Sedangkan Menko PMK tetap memegangi bapak tersebut sampai jatuh ke lantai.
Hingga akhirnya, bapak tersebut digotong ke kursi untuk mendapatkan penanganan dari petugas medis.
Sebelum menerima santunan, pria yang belum diketahui namanya tersebut terlihat syok, karena telah ditinggal oleh anaknya.
Selain dia, warga lain yang kebanyakan merupakan orang tua juga tak kuasa menahan tangis, karena telah ditinggal oleh anak dan sanak saudaranya.
Saat Tri Rismaharini mengajak ngobrol keluarga korban, rata-rata anak mereka yang meninggal dunia usia 17-20 tahun.
Usai bapak tersebut ditangani oleh petugas, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan ahli waras, kepada korban tragedi Kanjuruhan.
Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta dan paket sembako berupa beras 5 kg yang berisi minyak 2 liter, kecap, saus sambal, susu kental manis, biskuit, sarden, kopi dan teh.
"Kami ada santunan untuk bencana alam dan bencana sosial. Bencana sosial juga ada seperti konflik di Papua dan beberapa tempat kami juga menangani,"
"Standarnya itu Rp 15 juta per korban, korbannya satu keluarga ada dua kami berikan dua, kalau tiga ya kita berikan tiga," ucap Risma saat jumpa pers.
Selain itu, Kemensos RI juga akan memberikan bantuan khusus kepada korban tragedi Kanjuruhan ini.
Seperti pemberian santunan dan pendampingan kepada masyarakat yang telah ditinggal oleh kepala keluarga, atau anaknya yang ditinggal oleh orang tuanya.
"Saat ini masih kami data, kami kumpulkan. Terutama yang ditinggalkan bapaknya, yang selama ini mencari nafkah itu yang kita tangani khusus sosial untuk anak-anaknya," tandasnya.