Tragedi Arema vs Persebaya Surabaya

TANGISI Tragedi Arema vs Persebaya, Gilang Widya Pramana: Saya Tak Cari Uang di Arema Ini Kebanggaan

den Arema FC Gilang Widya Pramana menangis mengungkit tragedi Arema vs Persebaya yang menewaskan ratusan orang di stadion Kanjuruhan.

Penulis: Dya Ayu | Editor: Musahadah
kolase surya/purwanto/dyah ayu
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana menangis mengungkit tragedi Arema vs Persebaya yang menewaskan ratusan orang di stadion Kanjuruhan. 

"Semua saya lakukan demi Arema. Suatu kebangggan. Saya tulus pangabdian bagi Arema," ungkapnya. 

Gilang berharap setelah ini tidak ada satu pun nyawa yang hilang dalam sepakbola karena menurutnya nyawa  lebih berharga dari sepakbola.

"Semoga ini jadi pelajaran, jadi hikmah agar lebih baik lagi," harapnya.

Saat disinggung terkait penyelidikan kasus ini, menurut Gilang, manajemen Arema siap mensuport untuk menginvestigasi kejadian ini.

"Kita berharap kejadian ini bisa diusut tuntas sampai ke akar-akarnya," tukasnya. 

Sebelumnya, Gilang bersama Manajer tim Ali Rifki datang ke Stadion Kanjuruhan Kanjuruhan pasca tragedi Arema Vs Persebaya yang merenggut nyawa ratusan Aremania, Minggu (2/10/2022).

Ali Rifki mengatakan saat kejadian pihaknya melihat banyak Aremania yang sudah tak sadarkan diri.

Bahkan ia mengaku sempat ikut mengangkat jenazah Aremania.

“Banyak yang meninggal. Saya ikut ngangkat jenazah. Ini pukulan besar bagi kita semua,” kata Ali Rifki, Minggu (2/10/2022).

Akibat kejadian ini, Arema FC selaku tim tuan rumah dipastikan akan mendapat sanksi keras dari Komdis PSSI dan juga denda dengan nominal yang tentunya tak sedikit.

Terkait ancaman sanksi dan denda yang akan didapatkan klubnya, Ali mengaku tak peduli soal hal itu.

“Saya, manajemen tidak peduli dan tidak memikirkan sanksi. Yang kami pikirkan ialah keluarga korban dan korban yang akan kami datangi Insyallah satu persatu,” jelasnya.

Keluarga Korban Pingsan

Seorang anggota keluarga korban tragedi Arema vs Persebaya jatuh pingsan, saat menerima bantuan sosial dari Kemensos RI yang diberikan Menko PMK Muhadjir Effendy di kantor Kecamatan Lowokwaru Malang, Senin (3/10/2022).
Seorang anggota keluarga korban tragedi Arema vs Persebaya jatuh pingsan, saat menerima bantuan sosial dari Kemensos RI yang diberikan Menko PMK Muhadjir Effendy di kantor Kecamatan Lowokwaru Malang, Senin (3/10/2022). (surya.co.id/rifky edgar)

Seorang pria paruh baya pingsan, usai menerima bantuan dari Kementerian Sosial RI yang diberikan oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy di kantor Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Senin (3/10/2022).

Pria tersebut pingsan, usai melakukan salaman dan berpelukan dengan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved