Gubernur Papua Tersangka

Lukas Enembe Harus Gentleman, Tokoh Agama Beber Fakta 20 Tahun Otsus Rakyat Papua Tetap Miskin

Para tokoh Islam dan Kristen di Papua mendesak supaya Gubernur Papua, Lukas Enembe bersikap gentleman berani mendatangi gedung KPK.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase TribunPapua
Gubernur Papua, Lukas Enembe diminta bersikap gentleman. Para tokoh agama membeberkan fakta selama 20 tahun otonomi khusus (otsus) berlangsung, rakyat Papua tetap miskin. 

Menurutnya, justru pemerintah tidak ingin ada politisasi karena sebenarnya selama selama bertahun-tahun pemerintah sempat mendiamkan kejahatan Lukas Enembe dengan alasan kemanan, 

Setiap kali pemerintah ingin melakukan tindakan hukum, selalu timbul ancaman dengan jargon ingin merdeka.

"Sehingga tertunda terus, untuk menjaga situasi politik," katanya. 

Diungkapkan Mahfud, sebenarnya ketika pemerintah datang ke Papua, banyak mendapat desakan dari tokoh adat, agama, perempuan dan pemuda untuk tidak diam menangani kejahatan yang dilakukan Lukas Enembe

Karena itu lah, agar masalah itu tidak menggantung, akhirnya pemerintah mulai bertindak melakukan penegakan hukum.

Sementara dalam wawancara terbaru di program Sapa Indonesai Kompas TV, Jumat (23/9/2022), Mahfud MD menyebut dana yang dikeluarkan pemerintah untuk otonomi khusus Papua sejak 2001 ada sekitar Rp 1007 triliun.

Sementara dana otsus yang khusus dikeluarkan sejak pemerintahan Lukas Enembe ada Rp 500 triliun lebih.

" Dana Rp 500 triliun lebih itu gak jadi apa-apa, rakyatnya miskin. Pejabatnya foya-foya," terang Mahfud MD. 

Saat disinggung mengenai temuan PPATK ada dana Rp 560 miliar yang disetorkan ke kasino judi apakah mengambil dari dana otsus, Mahfud belum bisa memastikan. 

"Nanti diklarifikasi dengan KPK. Karena PPATK sudah menjelaskan sumber, perkiraan, kapan ditarik dan dimasukkan. Saya tidak bisa mengatakan ini. Biar KPK saja (yang menjelaskan)," katanya. 

Saat disinggung apakah KPK akan melakukan upaya jemput paksa jemput paksa terhada Lukas Enembe. Mahfud mengatakan pada saatnya pasti harus dilakukan penjemputan paksa.

Namun sebelum upata jemput paksa itu dilakukan, kemarin tim pengacara Lukas Enembe akhirnya datang ke KPK bersama tim dokternya menjelaskan kesehatannya.

Di saat yang sama juga, rakyat di pegunungan Papua menggelar acara bakar batu yang dihadiri semua tokoh terpandang dan masyarakat. Mereka minta agar Lukas Enembe datang ke KPK.

"Hukum tidak boelh kalah dengan preman".

"Politik hukum harus ditegakkan tapi politisasi hukum tidak boleh terjadi," tegas Mahfud. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved