BUNGKER UANG Lukas Enembe Terkuak, Mahfud MD: Uang Kontan Ditumpuk di Kamar, Diangkut ke Bank/Hari

Bungker Lukas Enembe terungkap. Tempat penyimpanan uang tunai itu ada di kamar Lukas Enembe yang diangkut bertahap ke bank.

Editor: Musahadah
kolase tribunnews/tribun papua
Mahfud MD mengungkap adanya kamar penyimpanan uang tunai Lukas Enembe. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Tempat penyimpanan uang tunai atau bungker Lukas Enembe sebelum diangkut ke bank dan diblokir Pusat Pelaporan Transkasi Keuangan (PPATK) terungkap.

Ternyata uang miliaran rupiah itu disimpan dalam kamar di rumah Lukas Enembe sebelum disetor ke bank secara bertahap. 

Hal ini diungkapkan Menkopolhukam Mahfud MD dalam wawancara di program Metro Hari ini, Selasa (20/9/2022). 

Dikatakan Mahfud MD, uang Rp 71 miliar yang saat ini diblokir PPATK, sebenarnya adalah uang kontan yang bertumpuk-tumpuk di kamar Lukas Enembe

"Itu diangkut ke bank setiap hari. Lalu (setelah masuk rekening) diblokir dan diblokir.

Baca juga: LADANG UANG Lukas Enembe Baru Dibongkar setelah PPATK Beber Setoran ke Kasino Judi Rp 560 M, Kenapa?

Setelah Rp 71 miliar diblokir, (Lukas Enembe) baru berhentu memindahkan uang kontan di kamarnya.

Itu semua ada di kamarnya," terang Mahfud. 

Mahfud membantah ada politisasi pengungkapan kasus yang melibatkan Gubernur Papua, Lukas Enembe

Menurutnya, justru pemerintah tidak ingin ada politisasi karena sebenarnya selama selama bertahun-tahun pemerintah sempat mendiamkan kejahatan Lukas Enembe dengan alasan kemanan, 

Setiap kali pemerintah ingin melakukan tindakan hukum, selalu timbul ancaman dengan jargon ingin merdeka.

"Sehingga tertunda terus, untuk menjaga situasi politik," katanya. 

Diungkapkan Mahfud, sebenarnya ketika pemerintah datang ke Papua, banyak mendapat desakan dari tokoh adat, agama, perempuan dan pemuda untuk tidak diam menangani kejahatan yang dilakukan Lukas Enembe

Karena itu lah, agar masalah itu tidak menggantung, akhirnya pemerintah mulai bertindak melakukan penegakan hukum.

Sementara dalam wawancara terbaru di program Sapa Indonesai Kompas TV, Jumat (23/9/2022), Mahfud MD menyebut dana yang dikeluarkan pemerintah untuk otonomi khusus Papua sejak 2001 ada sekitar Rp 1007 triliun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved