Berita Lumajang

Usai Mundur dari Jabatan Ketua DPRD Lumajang, Anang Ahmad Syaifuddin Kembalikan Mobil Dinas

Usai mengumumkan diri mundur dari abatannya sebagai Ketua DPRD Lumajang, kini Anang Ahmad Syaifuddin mengembalikan mobil dinas.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Mobil dinas Anang Ahmad Syaifuddin dikembalikan ke Sekretaris Dewan Lumajang. Keputusan itu diambil Anang usai mengumumkan diri mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Anang Ahmad Syaifuddin mengumumkan diri mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Lumajang usai viral tak hafal Pancasila.

Atas dasar itulah, politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyerahkan kunci mobil dinasnya kepada Sekretaris Dewan.

Mobil jenis Toyota Fortuner FRZ warna hitam dengan nomor polisi N 1182 BS itu, kini berada di halaman parkir Kantor DPRD Lumajang. Informasinya, Anang akan mengembalikan mobil tersebut kepada negara.

Anang membenarkan kabar tersebut. Penyerahan barang-barang inventaris negara, menurut Anang merupakan bentuk kewajibannya usai menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPRD Lumajang.

Ketua DPRD Lumajang, Anang Ahmad Syaifuddin memutuskan mundur dari jabatan usai salah melafalkan teks Pancasila.
Ketua DPRD Lumajang, Anang Ahmad Syaifuddin memutuskan mundur dari jabatan usai salah melafalkan teks Pancasila. (SURYA.CO.ID/Tony Hermawan)

Baca juga: Salah Lafalkan Teks Pancasila, Ketua DPRD Lumajang Mundur dari Jabatan, Berikut Pengakuannya

Baca juga: Bupati Lumajang Thoriqul Haq Baca 5 Butir Pancasila untuk Tebus Kesalahan Ketua DPRD

Diharapkannya, aset yang telah ia kembalikan tersebut dapat dipergunakan oleh pejabat yang mengganti posisinya.

"Ya masak saya sudah mengundurkan diri tapi mobil masih saya pakai, kan itu tidak pantas," katanya.

Menurut Sekretaris Dewan Lumajang, Mahfud, mobil dinas tersebut sejak Selasa malam (13/9/2022) terparkir di halaman parkir Kantor DPRD Lumajang. Mobil tersebut diantar ke kantor DPRD Lumajang oleh ajudan Anang.

"Kalau mobil sudah (dikembalikan), tapi secara administrasi belum. Karena belum ada penyerahan secara resmi. Situasinya masih dinamis, kami juga masih menunggu keputusan dari Fraksi Partai PKB," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved