Berita Tulungagung
Data Kematian Sapi Akibat PMK Tak Sama, di Lapangan Ratusan Ekor, Disnakkeswan Tulungagung 67 Ekor
Data kematian sapi akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Tulungagung tidak sinkron
Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/David Yohanes
Ilustrasi - Seekor sapi perah milik peternakdi Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, mati di kandangnya karena terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rabu (6/7/2022).
Namun penjelasan Mulyanto malah dipertanyakan seorang peternak bernama Deni.
Jika memang ada kematian yang disebabkan selain PMK, Disnakkeswan yang seharusnya mencari sebabnya.
"Jangan-jangan malah karena antraks. Karena kan sebalumnya tidak ada kematian sapi semassif ini," ujar Deni.
Deni juga mengatakan, seharusnya setiap hari ada pendataan di tingkat desa.
Data itu seharusnya juga sampai ke Disnakkeswan.
Menurutnya, seharusnya peternak tidak dibuat ribet dengan sistem pelaporan ternak yang mati.
"Banyak peternak yang awam soal petugas dari Disnakkeswan, apalagi disuruh lapor. Seharusnya petugas dari pemerintah yang proaktif," pungkasnya.