Tips Sehat: Cerita Para Korban Suntikan Penghancur Lemak, Mau Langsing Akibatnya Malah Ngeri
Akibat suntikan penghancur lemah, NTL mengalami dampak kesehetan mengerikan. Ia harun menjalani operasi berkali-kali demi menyelamatkan hidupnya.
Dia sendiri mengaku takut pergi ke rumah sakit. "Jadi ketika saya membelinya, saya meminta keponakan saya untuk memberi saya suntikan. Tujuh hari setelah penyuntikan, pinggang, paha, dan perut saya bengkak dan mengeluarkan darah. Saya menelepon nomor telepon penjual, tetapi mereka memblokir nomor saya dan meninggalkan saya," kisah TBVN.
Bahan pelarut lemak
Penjelasan ahli Dr Ngo Duc Hiep, Kepala Departemen Luka Bakar–Bedah Plastik dari Rumah Sakit Cho Ray di Kota Ho Chi Minh, menjelaskan bahan utama dalam zat pelarut lemak berbahaya ini adalah Phosphatidylcholine (PCC) yang dilarutkan dalam deterjen ionik Deoxycholate sodium. Bahan itu, kata dia, bisa dijual di bawah label yang berbeda, seperti Lipostabil, Dermaheal LL atau Liponsaure.
Menurut Dr Hiep, apabila dipakai dengan benar, bahan itu bermanfaat. Namun, penggunaan yang tidak tepat bisa membahayakan kesehatan.
“Saat menyuntikkan Lipostabil ke dalam jaringan lemak, obat tersebut secara bertahap akan menghancurkan sel-sel lemak dan mengubah sel-sel lemak menjadi emulsi,” kata Dr. Hiep. “Namun, obat ini hanya digunakan untuk mengobati emboli paru akibat lemak atau pasien yang menderita kelainan lipid darah. Beberapa perusahaan kecantikan telah memanfaatkan properti Lipostabil dan mengiklankan produk tersebut sebagai 'obat mujarab' untuk membantu mencairkan lemak tubuh,” jelasnya.
Dr Hiep memperingatkan bahwa, ketika disuntikkan ke dalam tubuh, zat pelarut lemak ini sangat sulit dikendalikan. "Mereka menyebar ke jaringan ikat juga, menyebabkan rasa sakit yang parah, dan nekrosis dan, dalam kasus yang ekstrim, bahan ini bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena obat membuat sangat sulit untuk mengobati dan menjahit luka, pasien biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih," jelas dia.