PAPDI Imbau Masyarakat Ambil Langkah Vaksinasi HPV untuk Cegah Infeksi HPV yang Berujung Kanker

Kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) masih menjadi ancaman serius di dunia, termasuk di Indonesia.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
PAPDI
VAKSINASI HPV - Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI, Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, saat memberi paparan pentingnya masyarakat mengambil langkah untuk mencegah infeksi HPV dengan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi PAPDI. Bagi yang sudah divaksin dengan generasi sebelumnya, revaksinasi HPV dengan vaksin HPV generasi baru dapat dipertimbangkan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) masih menjadi ancaman serius di dunia, termasuk di Indonesia.

HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker leher rahim, kanker anogenital, serta kutil anogenital.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Anshari Saifuddin Hasibuan SpPD K-AI, mengatakan seiring berkembangnya bukti ilmiah dan varian HPV yang ditemukan di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa perlindungan yang dimiliki sudah mencakup tipe-tipe HPV yang paling berisiko.

"Yang perlu diwaspadai, tipe HPV yang dominan di Indonesia seperti HPV 52 dan 58 ternyata tidak tercakup dalam vaksin HPV generasi lama. Oleh karena itu, masyarakat dapat melakukan revaksinasi HPV yaitu dengan vaksinasi HPV terbaru yang dapat melindungi dari 9 tipe virus, termasuk tipe 52 dan 58 yang paling sering ditemukan di Indonesia," kata dr Anshari dalam kegiatan press conference update jadwal kalender vaksinasi HPV di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Masyarakat bisa memulai dengan berdiskusi dengan tenaga kesehatan untuk mendapat info yang lebih mendalam dan menyeluruh dalam kaitannya dengan vaksinasi ini.

Anshari menambahkan saat ini sudah tersedia pilihan vaksin HPV yang memiliki cakupan proteksi yang lebih luas hingga sembilan tipe HPV yang memungkinkan perlindungan lebih komprehensif terhadap subtipe yang paling umum menjadi penyebab kanker leher rahim.

Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI (Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), Dr dr Sukamto Koesnoe SpPD K-AI FINASIM, menambahkan pihaknya mendorong masyarakat mengambil langkah untuk mencegah infeksi HPV dengan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi PAPDI.

"Bagi yang sudah divaksin dengan generasi sebelumnya, revaksinasi HPV dengan vaksin HPV generasi baru dapat dipertimbangkan. Bagi yang belum divaksinasi, bisa mempertimbangkan vaksinasi generasi baru agar mendapat perlindungan yang lebih luas," tambahnya.

Vaksinasi HPV terbaru akan memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap beberapa jenis HPV penyebab kanker leher rahim seperti HPV tipe 52 dan HPV tipe 58.

Ketua Umum PP PAPDI, Dr dr Eka Ginanjar SpPD K-KV FINASIM FACP FICA MARS SH, mengatakan PAPDI berkomitmen penuh mendukung eliminasi penyakit terkait HPV di Indonesia lewat berbagai upaya sistematis.

"Kami aktif mendorong peningkatan kesadaran di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai pencegahan penyakit akibat infeksi HPV seperti kanker leher rahim, kanker anogenital, serta kutil anogenital," ujar Eka.

Salah satu langkah nyata adalah dengan melakukan sosialisasi pembaruan kalender vaksinasi dewasa khususnya pada jadwal vaksinasi HPV untuk dewasa.

"Kami berharap hal ini dapat menjadi sarana bagi para tenaga kesehatan untuk secara proaktif berdiskusi dengan pasien guna meningkatkan angka vaksinasi dewasa," imbuhnya.

Revaksinasi HPV dengan vaksinasi generasi terbaru merupakan upaya penting yang bisa ditambahkan dalam kalender vaksinasi dewasa.

Diskusikan dengan dokter untuk rekomendasi vaksinasi yang memberikan perlindungan lebih luas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved