Capres 2024

Analisis Pengamat: Anies Baswedan Andalan Parpol yang Ingin Ganti Rezim Jokowi dan PDIP

Pengamat Politik, Adi Prayitno menilai Anies Baswedan menjadi magnet bagi parpol yang ingin mengganti rezim Jokowi dan dominasi PDIP.

Editor: Iksan Fauzi
Istimewa
Analisis Pengamat Politik, Adi Prayitno yang menilai Anies Baswedan menjadi andalan sejumlah partai politik yang ingin mengganti rezim Jokowi dan mengakhiri dominasi PDIP. 

SURYA.co.id - Pengamat Politik, Adi Prayitno menilai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi magnet bagi parpol yang ingin mengganti rezim Jokowi dan dominasi PDIP.

Seperti diketahui, nama Anies Baswedan masuk dalam salah satu capres yang direkomendasikan Partai NasDem dalam Rakernas di Jakarta pekan lalu.

Selain Anies, nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga masuk dalam kandidat yang diusulkan maju capres 2024

Menurut Adi, Anies merupakan sosok koalisional nonpemerintah yang bisa diandalkan untuk berhadapan dengan pemerintah saat ini.

"Saat ini ia menjadi satu-satunya sosok di luar koalisional pemerintah yang yang bisa dihadap-hadapkan dengan pemerintah," kata Adi dikutip dari YouTube Kompas Tv, Jumat (24/6/2022).

Ia juga menilai sosok Anies sebagai tempat bertemunya kelompok-kelompok kritis, orang yang kecewa kepada pemerintah dan ingin mengganti selera politik di 2024.

Terlebih kepentingan politik yang bisa mengakhiri dominasi PDIP.

Baca juga: BREAKING NEWS - Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo Kandidat Capres 2024 dari NasDem

"Ia sebagai satu-satunya sosok bermuaranya begitu banyaknya kepentingan politik."

"Terutama kepentingan politik yang bisa mengakhiri dominasi PDIP yang kedua ingin ganti rezim di 2024 adalah orang yang kritis terhadap Jokowi," ucapnya.

PascaNasDem mengumumkan nama tiga kandidat yang bakal maju di Pilpres 2024, PKS dan Partai Demokrat pun mulai merapat.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyebut NasDem dan Demokrat punya peluang cukup besar untuk bersatu dalam koalisi yang sama.

Namun, menurutnya masih ada waktu yang cukup panjang untuk membentuk gabungan partai politik tersebut.

“Kemungkinan itu ada. Cuma kan belum pada hari ini. Tapi kemungkinan itu ada,” kata Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2022).

“(Seberapa besar kemungkinannya?) Cukup besar,” tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved