Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
UPDATE KASUS SUBANG, Danu Diserang Isu Foto Banpol Palsu dan Didesak ke LPSK, Ini Kata Pengacaranya
Menjelang pengungkapan tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat oleh polisi, saksi Muhammad Ramdanu alias Danu diserang di medsos
"Danu biasa-biasa saja, penyidik menjalankan penyidikan dengan baik, humanis. Penyidik-penyidik juga baik dalam menyampaikan pertanyaan. TIdak da hal yang urgen untuk kita le LPSK.
Danu ini saksi yang sama posisinya dengan saksi lain.
TIdak perlu ditantang, karena belum urgensi. Kami sebagai kuasa hukum yang berhak melakukan apapun langkah-langkah demi melindungi klien kami," jelas presiden ATS Law Firm ini.
Taufan menegaskan, pihaknya sampai saat ini percaya bahwa Danu tidak bersalah dalam kasus ini.
Meski demikian, jika akhirnya nanti polisi berpendapat berbeda, dia siap menghadapinya.
"Kalau hasilnya polisi apa, kita nanti berjiwa besar dan harus menghadapi," katanya.
Dia memastikan tidak akan terpancing dengan konten-konten tersebut dan dia juga yakin polisi tidak akan terpengaruh karena mereka memiliki SOP dan cara-cara sendiri untuk mengungkap kasus subang.
Dia justru meminta para konten creator untuk melapor ke polisi jika memiliki analisis terkait kasus subang.
"Kalau ragu dengan klien kami, silahan ketemu kami," tegasnya.
Di bagian lain, youtuber Herry Susanto yang selama ini berada di pihak Danu, menjadi sasaran Bully netizen setelah ada isu foto banpol editan.
Banyak yang menganggap dia telah salah memuja Danu.
Menyikapi hal ini, Heri Susanto pun langsung menampiknya.
Menurutnya, tudingan kalau foto banpol editan itu belum tentu benar.
Apalagi, channel youtube yang menuduh membubuhi kata 'sepertinya' saat menyebut 99 editan.