Jatim Luncurkan Program Peti Koin Bermantra, Berharap Bisa Percepatan Penurunan Kemiskinan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id|SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera (Peti Koin Bermantra) di Ballroom Shangrilla Hotel, Surabaya, Jumat (25/2/2022).
Diluncurkan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekdaprov Jawa Timur Wahid Wahyudi bersama Perwakilan Kedutaan Besar Australia Anna Winoto dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) M Yasin, program ini diharapkan bisa membantu percepatan penurunan kemiskinan di Jatim.
Progam Peti Koin Bermantra ini merupakan pengembangan dan keberlanjutan dari Anti Poverty Program (APP) yang sudah berjalan selama 17 tahun di 17 Kabupaten di Jatim.
"Semoga melalui The New APP ini menjadi bagian dari upaya luhur kita bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat miskin di Jawa Timur menuju Optimis Jatim Bangkit," ungkap Wahid.
Tujuan utama dari Peti Koin Bermantra ini adalah pemberdayaan ekonomi yang diperuntukkan bagi penduduk miskin produktif yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas, khususnya di wilayah pedesaan melalui pendekatan keperantaraan pasar.
Lebih lanjut disampaikan Wahid, Peti Koin Bermantra ini adalah bentuk penyempurnaan program APP yang telah ada sebelumnya. Program baru ini sebagai jawaban atas tantangan dan dinamika pembangunan, dengan tetap mengadopsi dan mengadaptasi model Keperantaraan Pasar yang juga telah teruji pada program sebelumnya.
"Walau format APP di tahun sebelumnya telah memberikan dampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, hasil dari evaluasi juga merekomendasikan perlunya perbaikan dari APP ini agar lebih luas," ujarnya.
Hingga kini, pengentasan dan penurunan kemiskinan masih akan terus menjadi tujuan prioritas dari Pemprov Jatim. Walaupun pada tahun 2021 lalu, Jatim berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 313.000 jiwa, atau berkontribusi sebesar 30 persen dari jumlah penurunan nasional, kemiskinan nyatanya masih menjadi PR bagi seluruh jajaran Pemprov Jatim.
"Prestasi ini pastinya perlu dijadikan penyemangat bersama untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan ekonomi selama pandemi," ungkapnya.

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wahid-wahyudi-peti-koin-bermantra.jpg)