Ritual Maut di Pantai Payangan Jember

SOSOK Nurhasan Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang, Obati Sihir

Sosok Nurhasan, pimpinan Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang melakukan ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur terungkap. 

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Musahadah
surya/sri wahyunik
Dewi Soleha (jilbab biru), ibunda almarhumah Sofiana Nazila, korban ritual maut Pantai Payangan, Jember. Sosok Nurhasan, pimpinan ritual maut itu terungkap. 

Melalui kegiatan ritual di laut itu, mereka ingin membuang sial melalui proses pembersihan diri.

"Ritual dilakukan, pertama untuk membersihkan diri, dan kedua mengharapkan berkah dari ratu pantai selatan. Mereka membaca doa-doa, termasuk ada doa dalam Bahasa Jawa, yang itu perlu kami dalami lagi tentang bacaan itu, nanti masuk dalam Kejawen seperti apa," imbuhnya. Ritual mandi di laut selatan itu dilakukan dalam waktu-waktu tertentu.

Ketika ditanya tentang kondisi Nurhasan, ketua kelompok itu saat ini, Hery mengatakan, dia masih dirawat di RSD dr Soebandi Jember.

"Karena mengalami sesak nafas, dan terbentur batu karang. Nanti kalau yang bersangkutan sudah keluar dari rumah sakit, kami akan mintai keterangan," ujarnya.

Hery berjanji dalam waktu dekat, pihaknya akan merampungkan penyelidikan kasus tersebut.

Karena jika memang ada unsur pidana, maka pihaknya akan segera melakukan tindakan tegas, dengan menerapkan pasal dalam KUHP.

"Supaya ada efek jera, dan kejadian serupa tidak terjadi," pungkas Hery.

Profil Padepokan Tunggal Jati Nusantara

Pencarian korban terseret ombak Pantai Payangan, Ambulu, Jember, Minggu (13/2/2022)
Pencarian korban terseret ombak Pantai Payangan, Ambulu, Jember, Minggu (13/2/2022) (surya.co.id/sri wahyunik)

Tak banyak infromasi perihal Padepokan Tunggal Jati Nusantara di dunia maya.

Menurut keterangan Bupati Jember, Hendy Siswanto, Tunggal Jati Nusantara bukanlah nama asli dari padepokan tersebut.

Nama asli dari padepokan itu yakni Garuda Nusantara.

"Itu nama kelompoknya Padepokan Garuda Nusantara, tapi nama populernya Tunggal Jati Nusantara," kata Hendy sebagaimana dikuti dari video wawancara di MetroTV, Senin (14/2/2022). 

Hendy mengatakan padepokan tersebut masih baru dan diduga tidak memiliki izin.

Meski demikian, Hendy menyatakan bakal melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan apakah padepokan itu benar-benar tidak memiliki izin.

Adapun anggota padepokan ini sebanyak 40 orang.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved