Ritual Maut di Pantai Payangan Jember
SOSOK Nurhasan Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang, Obati Sihir
Sosok Nurhasan, pimpinan Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang melakukan ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur terungkap.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Sosok Nurhasan, pimpinan Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang melakukan ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur terungkap.
Nurhasan menjadi korban selamat dari rutual itu,s ementara 11 anggota pedepokannya tewas secara mengenaskan.
TIdak banyak informasi mengenai Nurhasan maupun kiprahnya di Jember.
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo hanya menyebut Nurhasan sebelumnya dikenal sebagai orang yang bisa mengobati secara spiritual.
Umumnya, orang yang datang padanya menderita sakit akibat gangguan ilmu hitam atau sihir.
"Ini awalnya untuk melakukan pengobatan secara spiritual. Karena yang datang itu ada yang sakit secara fisik dan psikis, sehingga ingin sembuh," ujar Hery disela mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Senin (14/2/2022).
Baca juga: MASA LALU KELAM Korban Ritual Maut Pantai Payangan Jember Terungkap, Ibu: Dia Dapat Ketenangan Hati
"Kemudian mereka yang sembuh itu memberikan testimoni kepada satu atau dua orang, sehingga kemudian ikut" sambung Hery.
Pada prosesnya, tak hanya orang yang sakit yang datang ke Nurhasan.
Mereka yang punya masalah ekonomi hingga masalah keluarga pun mendatanginya.
Masalah ekonomi itu antara lain ada yang ingin kaya.
Tak cuma mengobati, Nurhasan ternyata juga memberikan ilmu kepada pasiennya yang kemudian dia angkat sebagai muridnya.
Bagi murid yang dinyatakan lulus, maka dia sudah bisa mengobati pasien lain.
Seperti Sofiana Nazia (22) murid Nurhasan yang sudah empat tahun masuk di padepokan itu.
Sofiana menjadi korban tewas dalam ritual maut tersebut.
Dewi Soleha (48), ibu Sofiana mengatakan, awal sang anak masuk kelompok ini karena ingin mencari ketenangan hati.