Ritual Maut di Pantai Payangan Jember
SOSOK Nurhasan Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang, Obati Sihir
Sosok Nurhasan, pimpinan Padepokan Tunggal Jati Nusantara yang melakukan ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur terungkap.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Musahadah
"Katanya mau mencari ketenangan hati, mau berubah," ujar Dewi Soleha, Senin (14/2/2022).
Dewi menuturkan, anaknya sempat menjadi remaja yang nakal. Dia mengkonsumsi minuman keras, seperti arak.
"Terus orangnya juga keras, tidak nurut sama saya. Dari situ, dia ingin berubah, terus diajak temannya untuk ikut kelompok itu supaya bisa berubah," kata Dewi.
Ketika ikut kelompok itu, kata Dewi, anaknya memang berangsur berubah.
"Memang tidak langsung berubah, setahun pertama belum. Namun setelahnya berubah, nurut sama saya. Terus dia bilang mendapat ketenangan hati," lanjutnya.
Karenanya, Dewi tidak melarang Sofi ikut kelompok tersebut. Bahkan setelah empat tahun berjalan, Sofi dinyatakan lulus dan sudah bisa mengobati pasien lainnya.
Di bagian lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember KH Abdul Haris mengaku tidak mengetahui keberadaan kelompok ini berikut pemimpinnya.
Haris justru baru mengetahui kelompok ini setelah ada tragedi maut Minggu (13/2/2022) kemarin.

Sementara itu, hingga Senin (14/2/2021) polisi sudah memeriksa 13 saksi , di antaranya korban selamat, warga yang melakukan evakuasi, dan warga yang memberikan imbauan supaya tidak mendekat ke laut karena ombak sedang tinggi.
Hery menyebut, dari penyelidikan sementara tidak ada yang keliru dari bacaan yang dibaca.
Bacaan itu seperti beberapa surat dalam Al-Quran, juga ada bacaan dalam Bahasa Jawa.
Karenanya, untuk memastikan apakah kelompok itu menyimpang atau tidak, pihaknya memerlukan keterangan saksi.
Kelompok Tunggal Jati Nusantara berdiri sejak tahun 2011. Namun mulai banyak memiliki anggota sekitar tahun 2015.
"Sejauh ini ada sekitar 100 orang anggotanya. Namun setiap kali pertemuan paling hanya sekitar 20 orang, karena dilakukan di rumah ketuanya," imbuhnya.
Salah satu hal yang dilakukan di kelompok itu adalah melakukan ritual di laut. Ritual dilakukan di Pantai Payangan, salah satu titik dalam pesisir laut selatan Jember.