Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

KASUS SUBANG TERBARU, Watak Asli Danu Terkuak, Kenapa Terus Disudutkan hingga Kades Jalancagak Ikut?

Watak asli Muhammad Ramdanu alias Danu, saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, terungkap. 

Editor: Musahadah
channel youtube faktuil
Ayah Danu, Yono mengungkap watak asli sang saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang. 

SURYA.CO.ID, SUBANG - Watak asli Muhammad Ramdanu alias Danu, saksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, terungkap. 

Danu yang kerap dituding terlibat dalam kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu ini ternyata jauh dari kesan pemarah. 

Bahkan meskipun kurang pintar, keponakan korban Tuti SUhartini ini disebut penurut. 

Hal itu diungkapan Yono, ayah Danu dikutip dari channel youtube Faktuil, Jumat (21/1/2022). 

Dijelaskan Yono, anak semata wayangnya itu tidak pernah neko-neko.  

Baca juga: TERBARU KASUS SUBANG, Reaksi Ayah Danu setelah Anak Dicurigai Kades Jalancagak, Ini Kekhawatirannya

"Kalau ada permintaan, misalnya minta B, lalu dikasih C, juga mau. Gak neko-neko.

Ada lah dia (awalnya) bilang kok begini, (akhirnya) bilang ya sudah lah. Dia seperti itu," kata Yono. 

Menurut Yono, Danu bukan tipe pemarah yang suka menendang pintu, banting-banting barang atau ngambek seharian. 

"Enggak, dia kalau marah cuma sebentar, setelah itu biasa lagi," katanya. 

Diakui Yono, kalau dilihat dari kecerdasan dan kepintaran, Danu memang tergolong kurang. 

Hal ini dimungkinkan karena sebagai orangtua dia tidak pernah menuntut Danu agar secara pendidikannya harus pintar.

Yono beralasan pada akhirnya nanti Danu akan pintar secara sendirinya. 

Yahya Muhammed, youtuber yang kerap bersama Danu menimpali jika pria yang sudah diperiksa belasan kali terkait kasus subang ini memiliki sifat tak terduga. 

Menurutnya, Danu bisa berperilaku yang tak banyak dimiliki anak seusianya.  

"Danu ini, kita tidak nyuruh apa-apa. Tapi untuk menghormati dan mengapresiasi seniornya, dia berinisiatif menyiapkan kopi. Ini belum dimiliki anak seusia dia lho," kata Yahya.

Yahya berpendapat, meskipun banyak orang menganggap Danu kurang pintar menganalisis sesuatu, namun baginya Danu ini pintar menempatkan dirinya.

"Danu tidak bisa mengalisa sesuatu, karena dia belum tahu dan belum punya pengalaman. Tapi dia amanah, setiap diperintah sesuatu dia amanah.
Saya katakan ini pintar," katanya. 

Saat ini, setelah pecah kongsi dengan Yoris Raja Amanullah, Danu memilih tinggal bersama youtuber Heri Susanto. 

Terkait hal ini, Yono mengaku tenang. 

Yono justru khawatir ketika Danu tinggal di rumahnya. 

"Saya khawatir kalau di rumah dia tidak ada teman. Mau main ke warnet takut kenapa-napa," kaya Yono dikutip dari channel youtube Heri Susanto.

Di rumah Heri, ada yang mengontrol, ada yang menasehati dan memberi ilmu," kata Yono yang sehari-hari bekerja serabutan memperbaiki alat-alat rumah tangga. 

Selama tinggal di rumah orang, Yono selalu mengingatkan agar rajin dan selalu bersih-bersih agar pandangan tuan rumah ke Danu, jangan sampai mengecewakan.

Lihat video selengkapnya

Danu Terus Disudutkan

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang mennginjak bulan ke-5. Giliran Kades Jalancagak Indra Zainal Alim yang kini menyudutkan Danu.
Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang mennginjak bulan ke-5. Giliran Kades Jalancagak Indra Zainal Alim yang kini menyudutkan Danu. (kolase youtube tribunnews/heri susanto)

Masuk bulan ke-5 kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. saksi Muhammad Ramdanu semakin disudutkan.  

Terbaru, Danu dicurigai Kades Jalancagak Indra Zainal Alim karena ucapannya dalam wawancara di salah satu channel youtube. 

Indra Zainal Alim melalui akun youtube Indra Zainal Chanel kembali mengulik pengakuan Danu tentang kejadian pembunuhan itu, lalu menuliskan asumsinya dalam video tersebut. 

Di antaranya terkait pengakuan Danu ketika pagi-pagi Yosef datang ke rumahnya untuk mengabarkan bahwa Tuti dan Amel diculik. 

Saat itu, Danu segera bangun dari tidurnya dan langsung menuju ke TKP. 

Di rumah TKP Danu melihat sudah ada Yosef Hidayah dan warga.

Danu juga mengaku sempat masuk ke dalam rumah untuk melihat area kamar hingga pintu belakang. 

Dia juga sempat melihat rumah acak-acakan dan darah di TKP. 

Setelah itu dia ke luar diikuti Yosef. 

Selesai menceritakan hal itu, Danu lalu mengaku mendengar perkataan warga bahwa jenazah ada di bagasi. 

Hal ini lah yang disoroti Indra Zainal. 

"Keterangan yang lain hanya kaki, tapi keterangan Danu jenazah," tulis Indra di videonya. 

Setelah itu Danu lalu melihat Yosef melongok ke mobil dan Danu meyakini kalau Yosef melihat Amel dan Tuti di dalam mobil. 

Ini lagi-lagi menjadi catatan Indra. 

"Dari cepatnya danu datang, masuk keluar TKP sudahkah tim Inafis datang?"

Sampai Danu meyakini jenazah Amel dan bu Tuti di bagasi, sedangkan keterangan warga dan pak yosef hanya terlihat kaki," tulis Indra lagi.

Keterangan lain Danu yang membuat Indra curiga adalah saat Danu mengaku menangis di pinggir jalan dan menyampaikan sesuatu ke Wahyu, kepala sekolah di yayasan Yosef.

Saat itu, Danu mengatakan ke Wahyu kalau Amel dan Tuti sudah meninggal di bagasi. 

"Danu tidak melihat tapi sudah tahu ibu Tut dan Amel di bagasi," 

"Sudah ada kah tim inafis sekitaran jam ini sampai danu sudah tau ada ibu dan amel di bagasi," tulis Indra lagi. 

Memperkuat kecurigaannya tentang Danu, Indra lalu mengunggah kembali video pengakuannya di sebuah channel youtube. 

Di video itu, Indra menyebutkan bahwa dia diberitahu ketua RT tentang kejadian itu pada pukul 07/30 WIB. 

Saat itu, informasinya masih perampokan, bukan pembunuhan. 

Lalu, jam 07.45 dia mendatangi TKP dan dia melihat sudah banyak orang, sudah ada kepolisian sektor Jalan Cagak. 

Saat itu lah dia ditanya oleh polisi tentang kaki yang terlihat dari dalam mobil.  

"Nah, kebetulan pada waktu itu, saya melihat dan masuk minta izin ke daerah TKP, saya datang. Saya didatangi oleh seorang anggota polisi dan bertanyab pak kades, hafal gak itu kaki siapa.

Pada waktu saya bilang, itu kaki wak tuti. Saya hafal betul," katanya. 

Pengakuan Indra ini ingin memperkuat bahwa sebelum tim Inafis datang, tidak ada yang tahu kalau ada dua jenazah di dalam mobil Alphard.

Itu artinya, dia mencurigai keterangan Danu yang mengaku sudah tahu ada jenazah Tuti dan Amel di dalam mobil Alphard sebelum tim Inafis datang. 

Menanggapi banyak tudingan ditujukan ke Danu, Yono, ayah Danu berharap anaknya menanggapi tenang tudingan-tudingan itu.

Hal ini beralasan karena saat ini Danu didampingi pengacara dari ATS Law Firm yang siap membantunya. 

"Ya inginnya tenang-tenang aja. Masalahnya sudah ada yang mendampingi pengacara, pak Taufan (Achmad Taufan Soedirjo) dan timnya.
Danu gak usah risau dengan masalahnya," katanya dikutip dari channel youtube Faktuil. 

Yono berharap Danu bisa fokus pada aktivitasnya saat ini, membuat konten youtube. 

"Pikirkan konten-kontennya dia. Fokus di situ saja," katanya. 

Seperti diketahui, saat ini konten youtube Danu Subang Official telah mendapat 7,9 ribu subcriber hanya dalam waktu dua bulan.

Bahkan jumlah viewers videonya mencapia ribuan hingga puluhan ribu dengan jumlah konten ada 38. 

Atas capaian ini, Danu sudah mendapatkan gaji pertamanya dari youtube.

Tak Mau Kasus Dihentikan

Sebelumnya, Danu berkaca-kaca saat berdoa seusai sholat.

Danu ternyata mendoakan masyarakat Indonesia yang selama ini terus ikut mengawal kasus pembunuh ibu dan anak di Subang.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mengawal kasus Subang ini dan sudah membantu Danu, Danu mendoakan semoga diberikan rizki atau sesuatu yang indah bagi yang sudah mendoakan Danu," katanya dikutip dari channel youtube Heri Susanto.

Danu ternyata juga mendoakan khusus untuk pengacaranya, Ahmad Taufan.

Sorot mata Danu tiba-tiba berkaca-kaca.

Danu menuturkan setiap selesai sholat selalu mendoakan agar Ahmad Taufan senantiasa diberi kesehatan.

“Khususon Bapak Taufan yang sudah berjuang mendampingi Danu agar diberi kesehatan”, kata Danu menahan tangis.

Danu baru-baru ini juga menyatakan ketidakrelaannya jika nantinya Polda Jabar menutup kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang itu.

Danu sudah bosan menghadapi kasus itu karena berlangsung lama. Ia pun ingin segera kasus itu terungkap.

"Kalau bisa cepet diungkap, jangan sampai ditutup lah. Bagaimana caranya harus diungkap," katanya, melansir dari Tribun Jabar dalam artikel 'KASUS SUBANG HARI INI, Yoris Masih Optimistis Polisi Segera Ungkap Kasus Kematian Ibu dan Adiknya'.

Ikuti berita tentang pembunuhan ibu dan anak di Subang selengkapnya >>>

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved