Breaking News:

Berita Trenggalek

Selama Pandemi Covid-19, Banyak Warga Trenggalek yang Takut ke Fasilitas Kesehatan

Sejak pandemi Covid-19, warga Kabupaten Trenggalek banyak yang takut pergi ke fasilitas kesehatan.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/aflahul abidin
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Sejak pandemi Covid-19, warga Kabupaten Trenggalek banyak yang takut pergi ke fasilitas kesehatan.

Ketakutan itu kemungkinan didasari oleh dua hal.

Pertama, takut tertular virus saat berpergian ke puskesmas.

Kedua, takut untuk dites deteksi Covid-19 saat sakit.

Banyaknya warga yang takut ke fasilitas kesehatan, utamanya puskesmas, menyebabkan kunjungan pasien ke tempat pengobatan itu juga menurun drastis di Kabupaten Trenggalek.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni mengatakan, kunjungan ke puskesmas yang ada di Kabupaten Trenggalek menurun hingga 25 persen selama 2021.

"Penurunan kunjungan ke puskesmas sangat signifikan. Tiap puskesmas ada yang penurunan kunjungannya 10 persen, 20 persen, paling banyak 40 persen (dibanding kunjungan tahun sebelumnya). Jadi memang masyarakat takut ke faskes," kata Saeroni, Jumat (14/1/2022).

Penurunan yang itu merupakan penurunan kunjungan pasien reguler. Bukan pasien yang datang karena gejala Covid-19 atau terpapar Covid-19.

Baca juga: Program Polantas Bersholawat Gandeng Nakes di Lamongan untuk Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Apalagi, lima dari 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Trenggalek juga dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat Covid-19 (DSDC) pada tahun lalu.

Hal itu membuat kelima puskesmas hanya menangani pasien Covid-19. Sementara pasien reguler dialihkan ke puskesmas terdekat.

Saeroni menjelaskan, penurunan jumlah kunjungan tersebut berdampak pada penurunan keterisian fasilitas rawat inap di puskesmas-puskesmas.

"Perawatan rawat inap jufa menurun. Penurunan ini karena kunjungan pasien juga menurun. Kalau dirata-rata, mungkin penurunannya juga 25 persen," kata Saeroni.

"Karena mungkin masyarakat banyak yang takut diperiksa. Takut ada Covid-19," sambungnya.

BACA BERITA TRENGGALEK LAINNYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved