Breaking News:

Berita Gresik

Kondisi Terbaru Zada Talitha, Anak Perempuan di Gresik yang Dianiaya Ayah Kandungnya

Terduga pelaku Joko Sumarsono mengakhiri pelariannya dengan menabrakkan diri ke kereta api di Jombang

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
Kolase istimewa/Willly Abraham
Kondisi Zada Talitha tergolek lemas di RSUD Ibnu Sina, Gresik, dan foto jasad Joko Sumarsono usai menabrakkan diri ke kereta api di Jombang. 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kondisi terkini Zada Talitha, anak korban pembunuhan di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik, yang juga dianiaya oleh ayah kandungnya masih di rawat di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina Kabupaten Gresik.

Kondisi perempuan berusia 25 tahun ini masih tergolek lemas.

Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Wahyu Rizki Saputro menyebutkan, kondisinya mulai membaik dibanding saat pertama kali masuk rumah sakit pada Rabu (24/11/2021) kemarin.

"Masih dirawat secara intensif, tapi sudah sadar dan bisa komunikasi," ucapnya, Kamis (25/11/2021).

Sekadar informasi, kondisi Zada Talitha cukup memprihatinkan. Dia mengalami luka cukup parah di tangan kanan dan kiri. Kakinya diperban dan kepalanya penuh luka tusuk.

Diduga kuat, anak kedua pasangan almarhum Joko Sumarsono dan Triyana ini dianiaya menggunakan tabung elpiji 3 kilogram sebelum mengalami luka tusuk dengan sebuah gunting.

Zada tergolek lemas bercucuran darah di rumahnya. Tidak jauh dengan kondisi sang ibu, Triyana yang ditemukan meninggal dunia di kamar. Kondisi jasad guru TK itu penuh luka di bagian kepala, dia terbaring di atas kasur. Selimut, sprei dan sarung bantal berlumuran darah.

Saat itu, Zada langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina. Nyawanya tertolong, namun harus menjalani perawatan.

"Kami bawa langsung bawa Zada ke rumah sakit agar tidak terjadi pendarahan. Korban meninggal bernama Triyana langsung dibawa ke kamar mayat untuk keperluan autopsi," terang Wahyu saat ditemui di lokasi kejadian kemarin.

Triyana telah dimakamkan di pemakaman Desa Bambe pada Rabu (23/11/2021) malam.
Sedangkan terduga pelaku, Joko Sumarsono mengakhiri pelariannya usai membunuh istri dan menganiaya anaknya.

Beberapa jam setelah meninggalkan rumah dengan kondisi istri meninggal dunia dan anak kritis, Joko melakukan aksi bunuh diri di wilayah Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Joko menabrakkan diri menabrakkan diri ke Kereta Api (KA) Jayakarta jurusan Surabaya – Pasar Senen Jakarta.

Joko meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi kepala menganga. Jasad Joko ditutupi daun pisang sebelum dievakuasi ke RSUD Jombang. Rencananya Joko akan dimakamkan di pemakaman Desa Bambe hari ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved