Breaking News:

KPK

BREAKING NEWS - Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan Suaminya Dijerat Pencucian Uang

Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin jadi tersangka gratifikasi dan TPPU oleh KPK.

Editor: Iksan Fauzi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari bersama suaminya yang juga anggota DPR RI, Hasan Aminuddin mengenakan rompi tahanan saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK resmi menahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 3 tersangka lainnya dengan barang bukti uang Rp 362.500.000 terkait dugaan seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin jadi tersangka gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jeratan status tersangka gratifikasi dan pencucian uang tersebut setelah penyidik KPK mengumpulkan keterangan dari 11 saksi pejabat di Kabupaten Probolinggo, dari Sekretaris Daerah, kepala dinas hingga pihak swasta.

Pemeriksaan terhadap 11 saksi itu dilakukan pada Senin (11/10/2021) bertempat di Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur. Dari keterangan 11 saksi itulah, dugaan gratifikasi dan TPPU yang dilakukan Puput dan Hasan tersingkap.

sebelumnya, Puput dan Hasan telah dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Probolinggo Tahun 2021.

"Dalam perkara ini, setelah ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, tim penyidik melakukan pengembangan perkara khusus untuk tersangka PTS dan HA dengan kembali menetapkan kedua tersangka tersebut dengan dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dan TPPU," kata Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Update Jual Beli Jabatan di Jatim, Sekda dan 4 Kepala Dinas Diperiksa Kasus Bupati Probolinggo

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengenakan rompi tahanan saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK resmi menahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 3 tersangka lainnya dengan barang bukti uang Rp 362.500.000 terkait dugaan seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021.
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengenakan rompi tahanan saat konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. KPK resmi menahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin bersama 3 tersangka lainnya dengan barang bukti uang Rp 362.500.000 terkait dugaan seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo tahun 2021. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Ali menjelaskan, penetapan Puput dan Hasan sebagai tersangka penerima gratifikasi dan pencucian uang telah dilalui lewat pengumpulan alat bukti yang cukup.

"Pengumpulan alat bukti untuk pengembangan perkara dimaksud, saat ini telah dilakukan di antaranya dengan memanggil saksi-saksi yang diduga mengetahui perbuatan para tersangka," jelasnya.

Pada Senin (11/10/2021), bertempat di Polres Probolinggo Kota, Jawa Timur, tim penyidik KPK telah memeriksa 11 saksi untuk menyingkap dugaan gratifikasi dan TPPU Puput dan Hasan.

Identitas 11 yaitu, Hendro Purnomo (Perangkat Desa); Sugito (Pensiunan/DPRD Probolinggo Fraksi Nasdem); Hapsoro Widyonondo Sigid (Notaris); Pudjo Witjaksono (Swasta); Doddy Nur Baskoro (Kadis Tenaga Kerja Probolinggo);

Sugeng Wiyanto (Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Dan Kebudayaan Probolinggo); Soeparwiyono (Sekretaris Daerah Pemda Probolinggo); Winata Leo Chandra (Honorer Pada Dinas PUPR Pemkab Probolinggo);

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved