Alasan Natalius Pigai Tak Bisa Dilaporkan ke Polda Metro terkait Dugaan Rasis ke Jokowi dan Ganjar

Laporan Barisan Relawan Nusantara terhadap aktivis HAM Natalius Pigai soal cuitan bernada rasialis  ditolak Polda Metro Jaya.

Editor: Musahadah
tribunnews
Laporan terhadap Natalius Pigai yang dibuat Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan ditolak Polda Metro Jaya. 

SURYA.CO.ID - Laporan Barisan Relawan Nusantara terhadap aktivis HAM Natalius Pigai soal cuitan bernada rasialis  ditolak Polda Metro Jaya.

Alasannya, subyek pelaporan kurang pas  karena berskala nasional. 

Dalam laporannya, Ketua Umum Baranusa, Adi Kurniawan melaporkan Natalius Pigai atas tuduhan rasialis dalam cuitannya terkait Jangan Percaya Orang Jateng Jokowi dan Ganjar. 

Seperti diketahui, dalam cuitannya di akun Twitter @nataliuspigai2, dia menulis kalimat sebagai berikut: 

"Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan)."

Baca juga: Biodata Natalius Pigai yang Dituding Rasis ke Jokowi dan Mau Dilaporkan Polisi, Pernah Jadi Korban

Menurut Adi, pihak Polda Metro menolak laporan dan mengarahkan agar dilayangkan ke Mabes Polri.

"Laporannya di tolak karena subjek pelaporannya presiden dan Gubernur Jawa Tengah. Jadi kami diarahkan ke Mabes Polri," kata Ketua Umum BaraNusa Adi Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).

Kuasa Hukum Baranusa, Zaenal Arifin menjelaskan, penolakan laporannya di Polda Metro Jaya juga terkait kewenangan pihak kepolisian yang menganggap kasus ini agar dikonsultasikan ke Mabes Polri.

Selain itu, penyidik menganggap pelaporan kepada Natalius Pigai dirasa lebih berwenang untuk ditangani Mabes Polri karena isunya nasional.

"Laporannya dianjurkan untuk diperkuat di Mabes Polri, karena ini isu nasional. Selain itu, cuitan itu disangkut paut sama KKB di Papua jadi skalanya nasional sehingga itu bisa meledak lagi," kata Zaenal Arifin selaku kuasa hukum BaraNusa.

Atas saran itu, pihak Baranusa akan segera berkonsultasi ke Mabes Polri untuk kelanjutan pelaporan ini.

Dalam laporan tersebut, BaraNusa menyampaikan lima poin terkait dugaan rasialis cuitan Natalius Pigai.

Kelima poin itu antara lain pelanggaran ITE, ujaran rasisme hingga unsur-unsur provokasi.

"Karena cuitan itu berbahaya sekali untuk persatuan kita. Terlebih buat rakyat Papua itu sendiri karena tindakan Pigai tidak mencerminkan aktivis HAM," imbuh Zaenal

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved