Kriminolog Sebut Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Tak Mungkin Tanpa Jejak, Libatkan Pembunuh Bayaran?
Kemungkinan keterlibatan pembunuh bayaran dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang diungkapkan Guru Besar Kriminologi Universitas Padjajaran
“Artinya, memang sudah sesuatu yang ada pentahapan, misalnya tahap pertama itu adalah mungkin dia merasa sakit hati, kemudian dia tidak lagi bisa “berdamai” dengan perasaan yang dia miliki, lalu dia mungkin masuk ketahap berikutnya yaitu pembalasan,” tambahnya.
“Nah, pembalasannya ini biasanya dilakukan secara berencana”.
Biasanya, pembunuhan yang tidak terencana dilakukan oleh orang asing, ungkap Ikrak.
Pembunuhan semacam itu akan terlihat karena memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan pembunuhan terencana.
“Kalau pembunuhan oleh stranger, itu biasanya tidak terencana dan akan terlihat dari ketidakrapihan,” kata Ikrak.
“Mungkin akan lebih memudahkan untuk menemukan beberapa indikasi bahwa ini adalah ada unsur perlawanan dari korban, itu mengindikasikan pelaku bisa saja adalah orang asing bagi korban,” tambahnya.

Dugaan Lambatnya Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Terungkap
Sebulan sudah berlalu sejak penemuan jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa itu belum juga ditemukan.
Jasad Tuti dan Amalia sebelumnya ditemukan di bagasi Alphard di rumahnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).
Kepolisian melalui oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengaku kesulitan ungkap kasus pembunuhan ibu dan anak itu karena tidak ada satu pun saksi yang melihat secara langsung kejadian pembunuhan.
Ikrak Sulhin mengungkapkan dugaan-dugaannya terkait proses panjang pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.
“Saya tidak ingin mendahului penyelidikan yang dilakukan kepolisian saat ini, tetapi tentu ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses penyelidikan itu terhambat,” ungkap Ikrak Sulhin dikutip dari YouTube tvOneNews pada Sabtu (25/9/2021).
Ikrak Sulhin menyatakan adanya dua kemungkinan yang mendasari lamanya proses penyelidikan kasus yang sudah berlangsung satu bulan itu.
Penentuan motif pelaku oleh kepolisian dikatakan sebagai faktor pertama.
“Pertama tentu menemukan motif,” kata Ikrak Sulhin.