Kriminolog Sebut Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Tak Mungkin Tanpa Jejak, Libatkan Pembunuh Bayaran?
Kemungkinan keterlibatan pembunuh bayaran dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang diungkapkan Guru Besar Kriminologi Universitas Padjajaran
Sebelumnya, Kriminolog Ikrak Sulhin menyebutkan, pembunuhan ibu dan anak di Subang masuk dalam tipologi kejahatan yang "unik".
Hal itu didasarkan Ikrak Sulhin pada kajian dan hasil penelitian yang ada selama satu bulan ini.
Menurutnya, pembunuhan biasanya dilakukan oleh orang terdekat karena masalah interpersonal, sehingga jarang dilakukan oleh orang asing.
“Sebenarnya dari sisi kriminologi, pembunuhan itu tipologi kejahatan yang “unik”. Maksudnya kalo dari sisi persentase, kalau kita membaca hasil penelitian kemudian melihat kajian-kajian yang pernah dilakukan dalam konteks krimonologi, pembunuhan itu adalah tipologi kejahatan yang lebih cenderung dilatarbelakangi oleh adanya dispute interpersonal,” ungkap Ikrak dalam wawancara di TVOne belum lama ini.
“Jadi jarang sekali ada pembunuhan yang dilakukan oleh stranger atau orang asing, kecuali yang bersifat instrumental,” tambahnya.
Ikrak menyebutkan jika pembunuhan dilakukan oleh orang asing, biasanya pelaku melakukan kejahatan yang lain, bukan semerta-merta ingin membunuh.
Misalnya, seperti melakukan perampokan kemudian ketahuan sehingga pelaku terpaksa menggunakan kekerasan dan bisa berujung pada pembunuhan.
Namun, biasanya aksi pembunuhan memang lebih bersifat interpersonal.
“Tetapi memang umumnya lebih bersifat interpersonal, itulah yang menyebabkan kenapa biasanya kepolisian ketika melakukan penyelidikan, akan mengembangkan teori bahwa kemungkinan pertama yang bisa disuspect sebagai pelaku adalah mereka yang berada dalam lingkar terdekat dengan korban,” ungkap Ikrak.
Dalam kasus pembunuhan, diungkapkan terdapat konteks situasional yang memang mungkin bisa mendasari terjadinya peristiwa tersebut, termasuk masalah asmara, sakit hati, dendam dan keuangan.
Namun, Ikrak menyatakan penyelidikan awal atas kasus pembunuhan akan tetap diawali dengan pencarian kemungkinan konflik dengan orang terdekat.
“Sekali lagi saya tidak ingin berspekulasi, tapi biasanya dalam kasus-kasus seperti ini akan selalu diawali dengan pencarian kemungkinan dispute atau persoalan yang terjadi antara korban dengan orang-orang tertentu yang diperkirakan sebagai pelaku,” ungkapnya.
Ketika ditanya terkait kemungkinan indikasi pembunuhan berencana dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, Ikrak menyatakan jika kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh persoalan antar-individu, selalu berkemungkinan dilakukan secara berencana.
Meskipun, dirinya mengatakan enggan untuk berspekulasi dan semuanya didasarkan atas penelitian kasus sebelumnya.
“Biasanya, kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh persoalan interpersonal atau dispute antar-satu individu dengan induvidu lain itu selalu kemungkinan berencana,” ungkapnya.