Breaking News:

Berita Kediri

BREAKING NEWS - Mahasiswa IAIN Kediri Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Predator Kampus Diadili

Mahasiswa IAIN Kediri menggelar unjuk rasa, menuntut oknum dosen yang bertindak tidak senonoh terhadap mahasiswi bimbingan skripsi untuk diusut tuntas

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
Mahasiswa IAIN Kediri menggelar unjuk rasa, menuntut oknum dosen yang bertindak tidak senonoh terhadap mahasiswi bimbingan skripsi untuk diusut tuntas, Jumat (27/8/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Mahasiswa IAIN Kediri menggelar unjuk rasa, menuntut oknum dosen yang bertindak tidak senonoh terhadap mahasiswi bimbingan skripsi untuk diusut tuntas, Jumat (27/8/2021).

Meski pelaku sudah mendapatkan sanksi internal dari pimpinan kampus, namun mahasiswa menuntut pelaku untuk diadili.

Mahasiswa saat ini masih berkumpul di parkiran Fakultas Syariah dan menggelar aksinya di depan Kantor Rektorat IAIN Kediri.

Inti tuntutan peserta aksi demo agar oknum dosen yang bertindak tidak senonoh ditindak tegas dengan diadili. Sehingga di masa mendatang tidak ada kejadian serupa yang sangat merugikan mahasiswa.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum dosen berinisial MA diduga telah bertindak tidak senonoh terhadap sejumlah mahasiswi.

Tindakan pelecehan ini dilakukan di rumah oknum dosen terhadap mahasiswi yang mengikuti bimbingan skripsi.

Semula hanya ada satu mahasiswi yang melaporkan menjadi korban. Namun diduga korbannya lebih dari satu mahasiswi.

Sedangkan bentuk pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen mulai meremas tangan, menyenggol bagian sensitif hingga pelecehan verbal melalui chat WA.

Kejadian ini mencuat setelah salah satu korban menceritakan kejadian yang dialami kepada sejumlah rekannya, sehingga kasusnya menjadi viral di media sosial.

Menyusul mencuatnya kejadian itu, telah menimbulkan gejolak di lingkungan kampus.

Pelecehan mahasiswi ini kemudian dilaporkan ke Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri.

PSGA merupakan lembaga yang bertugas memberi pelayanan konseling persoalan gender, keluarga, anak dan hak asasi manusia.

DR Sardjuningsih, Kepala PSGA IAIN Kediri saat dikonfirmasi wartawan sebelumnya menjelaskan, oknum dosen yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap mahasiswi telah mendapatkan sanksi
.
Tiga jenis sanksi yang diterima MA di antaranya, dicopot dari jabatannya sebagai ketua program studi (kaprodi).

Selain itu tidak naik pangkat selama dua tahun dan tidak diperkenankan melakukan bimbingan skripsi mahasiswa selama dua semester.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved