Apotek Online Lifepack
Lifepack: Tipe-tipe Alat Kontrasepsi dan Cara Kerjanya
Lifepack: Tipe-tipe Alat Kontrasepsi dan Cara Kerjanya. Kontrasepsi merupakan cara atau alat yang dipakai guna mencegah terjadinya kehamilan.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID - Kontrasepsi merupakan cara atau alat yang dipakai guna mencegah terjadinya kehamilan.
Dilansir dari Lifepack.id, penggunaan alat kontrasepsi juga diketahui bermanfaat untuk menghindari penularan penyakit menular seksual atau PMS.
Alat kontrasepsi seperti pil KB, suntik KB, implan KB dan diafragma hingga cervical cap tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Sedangkan kondom pria, kondom wanita dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Alat kontrasepsi ini sendiri ada banyak ragamnya, yang secara garis besar dibagi menjadi 2 tipe, yakni kontrasepsi hormonal dan nonhormonal.
Baca juga: LIFEPACK: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Vaksin Hepatitis B
Baca juga: LIFEPACK: Mengenal Penyakit Herpes dan Penggunaan Vaksin HSV Pada Penderitanya
Baca juga: LIFEPACK: Penyebab, Gejala & Pengobatan Chikungunya, Virus yang Ditularkan Dari Gigitan Nyamuk
Alat Kontrasepsi Hormonal
Alat kontrasepsi hormonal adalah jenis kontrasepsi yang bekerja dengan cara mempengaruhi level hormon alami dalam tubuh, seperti estrogen dan progesteron, sehingga ovulasi tak terjadi. Penggunaan kontrasepsi hormonal ini juga membuat pergerakan sperma ke serviks terhambat, sehingga tak bisa membuahi sel telur.
Berikut adalah beberapa jenis kontrasepsi hormonal.
1. Pil Kontrasepsi
Pil kontrasepsi atau lebih dikenal dengan istilah pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi hormonal yang digunakan secara luas.
Pil KB ini sendiri ada 2 jenisnya, yakni pil KB kombinasi dan pil KB mini.
Sesuai namanya, pil kombinasi mengombinasikan hormon estrogen dan progesteron, sehingga menghentikan pelepasan ovum oleh ovarium. Alhasil, kehamilan pun tak terjadi.
Jika tadi pil kombinasi mengandung 2 jenis hormon, maka pada pil mini hanya terkandung hormon progesterone saja.
Pengonsumsian pil mini ini akan mencegah terjadinya ovulasi, sehingga pembuahan pun tak bisa terjadi.
Kedua jenis pil ini harus dikonsumsi dengan rutin setiap harinya pada jam yang sama, agar bisa efektif bekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/alat-kontrasepsi.jpg)