Breaking News:

Berita Malang

UPDATE Calon TKW Kabur dari Lantai 4 di Malang, 3 Orang Luka Berat dan Ancaman Sanksi Bagi PT CKS

Berikut update calon TKW kabur dari lantai 4 gedung milik PJTKI PT Central Karya Semesta (CKS), tiga orang mengalami luka berat dan harus dioperasi.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Iksan Fauzi
Kolase SURYA.co.id/Kukuh Kurniawan/Grid
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani di Polres Malang Kota. Kanan : ilustrasi penderitaan TKW. 

SURYA.co.id | MALANG - Berikut update calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) kabur dari lantai 4 gedung milik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia ( PJTKI) PT Central Karya Semesta (CKS) di Kota Malang

Rabu (9/6/2021) malam, ada lima calon TKW yang kabur dengan menuruni dinding dari lantai 4 menggunakan sejumlah selimut yang kaitkan mirip tali.

Nahasnya, saat turun, selimut yang diikat lepas dan menyebabkan mereka terjatuh. Tiga calon TKW mengalami luka parah. Sedangkan dua calon TKW laonnya berhasil melarikan diri.  

Kabar terbaru dari tiga calon TKW yang melarikan diri disampaikan oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani.

Sabtu (12/6/2021), benny beserta jajarannya menjenguk tiga calon TKW atau disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan disalurkan oleh PT CKS di Rumah Sakit Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang, .

Baca juga: 4 Cara Bahaya Calon TKW Kabur dari Tempat Penampungan PT Central Karya Semesta (CKS) di Kota Malang

Saat ini, ketiga orang tersebut dalam perawatan medis, serta harus menjalani operasi.

"Baiq mengalami patah tulang kaki kiri. Minarti mengalami patah tulang belakang punggung dan patah tulang kaki kiri," kata Benny Rhamdani kepada SURYA.co.id saat ditemui di Polresta Malang Kota.

"Untuk Fauziah agak berat, karena mengalami patah tulang pinggang, patah tulang pinggul, dan patah tulang kaki. Semuanya, tindakan medis yang diambil adalah operasi," ujarnya. 

Ia juga meminta kepada tiga calon pekerja migran yang sedang dirawat di rumah sakit, untuk tidak takut memberikan keterangan pada polisi.

"Jadi kami mencoba memotivasi mereka. Mereka tidak boleh takut, karena proses hukum sedang bekerja," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved