Breaking News:

Berita Malang

UPDATE Calon TKW Kabur dari Lantai 4 di Malang, 3 Orang Luka Berat dan Ancaman Sanksi Bagi PT CKS

Berikut update calon TKW kabur dari lantai 4 gedung milik PJTKI PT Central Karya Semesta (CKS), tiga orang mengalami luka berat dan harus dioperasi.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Iksan Fauzi
Kolase SURYA.co.id/Kukuh Kurniawan/Grid
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani di Polres Malang Kota. Kanan : ilustrasi penderitaan TKW. 

Sidak tersebut langsung dipimpin oleh Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, serta didampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo.

Usai melakukan sidak, BP2MI menuju RS Wava Husada, Kepanjen untuk menjenguk tiga calon PMI yang mengalami patah tulang akibat kabur dari lantai empat BLKLN PT CKS.

Setelah itu, BP2MI menuju ke Polresta Malang Kota untuk melaporkan hasil sidak tersebut.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya menemukan banyak pelanggaran telah dilakukan oleh PT CKS.

"Dari beberapa temuan di lapangan tadi, mereka (calon PMI) sering mengalami kekerasan verbal. Ada satu peristiwa, seorang calon PMI menggunakan celana pendek. Hal itu memang tidak diperbolehkan di perusahaan itu. Bukannya teguran, melainkan calon PMI itu diperlakukan tidak senonoh. Jadi, celananya langsung diturunkan dan disaksikan oleh banyak orang," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Selain itu, pelanggaran yang dilakukan oleh PT CKS adalah melakukan penahanan handphone milik calon PMI.

"HP hanya bisa digunakan calon PMI pada jam 17.00 WIB sampai jam 22.00 WIB. Bisa dibayangkan, mereka yang butuh komunikasi dengan keluarganya yang sangat jauh. Jika seandainya ada berita keluarganya sakit, kedukaan, dan karena HP ditahan akhirnya mereka putus informasi. Ini kan sangat bahaya," terangnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa PT CKS tidak pernah memberikan salinan perjanjian penempatan dan perjanjian kerja ke PMI.

"Tidak hanya itu, perusahaan juga mengambil keuntungan dari setiap PMI yang diberangkatkan. Mereka ternyata dipotong kurang lebih Rp 4,1 juta, dari setiap gaji yang diterima tiap bulannya. Misal, gaji di Singapura Rp 5,5 juta dan mereka dipotong per bulan Rp 4,1 juta dikali delapan bulan. Jadi per bulan selama delapan bulan itu, PMI hanya menerima Rp 1,4 juta. Cukup apa untuk dikirim ke keluarganya, untuk biaya anak anaknya sekolah. Ini juga di luar ketentuan," bebernya.

Atas dasar berbagai pelanggaran tersebut, pihaknya merekomendasikan untuk mencabut izin perusahaan PT CKS.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved