KKB Papua
Biodata Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang Tunjukkan Sikap Seusai KKB Papua Dicap Teroris
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menunjukkan sikap mengejutkan setelah KKB Papua dinyatakan sebagai organisasi teroris. Ini profil dan biodatanya
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Simak profil dan biodata Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang menunjukkan sikap setelah KKB Papua dinyatakan sebagai organisasi teroris.
Meski KKB Papua dicap sebagai teroris, mantan Danjen Kopassus itu masih mengutamakan langkah-langkah persuasif untuk membujuk mereka kembali ke NKRI.
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa juga menyebut para KKB Papua itu sebenarnya adalah saudara.
Namun, Nyoman Cantiasa menegaskan pemerintah akan menumpas KKB Papua kalau mereka tetap keras kepala, tidak mau kembali ke NKRI.
Melansir dari Wikipedia, I Nyoman Cantiasa lahir di Bubunan, Seririt, Buleleng, Bali, pada tanggal 26 Juni 1967.

Baca juga: KKB Papua Dicap Teroris, ini Sikap Mengejutkan Eks Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa
Baca juga: Nasib KKB Papua Akan Diburu Densus 88 Seperti Ali Kalora Cs, ini Kata Polri Soal Pelanggaran HAM
Ia merupakan lulusan terbaik Akmil tahun 1990 dan berpengalaman dalam Infanteri ( Kopassus).
I Nyoman Cantiasa memang memiliki rekam jejak pertempuran yang cukup panjang
Sebelum menduduki kursi Danjen Kopassus sejak 25 Januari 2019, I Nyoman Cantiasa banyak menorehkan jejak pertempurannya bersama pasukan anti teror Sat Gultor 81
Dilansir dari laman resmi Kopassus, I Nyoman Cantiasa disebut sempat menjabat menjadi komandan Sat-81 Kopassus (Gultor).
Tak berhenti di situ, I Nyoman Cantiasa bahkan menjadi komandan di Batalyon 811 atau Aksi Khusus (Aksus).
Setelah itu, I Nyoman Cantiasa pernah pula menduduki kursi komandan Pusdikpassus.
Selama bergelut di dunia militer, ia sudah lihai dalam pertempuran.
I Nyoman Cantiasa bahkan sudah pernah menjalankan operasi militer di sejumlah wilayah di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua
Selain itu, ia pun pernah ikut pertempuran di wilayah konflik Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste.