Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Bolehkan Tarawih dan Bukber di Jawa Timur, Tapi Harus Penuhi Prokes

Gubernur Khofifah menegaskan, masyarakat Jawa Timur harus sama-sama membangun kesadaran, bahwa Ramadan ini masih akan dilalui di masa pandemi Covid-19

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa jelang bulan Ramadan, masyarakat Jawa Timur harus sama-sama membangun kesadaran, bahwa Ramadan ini masih akan dilalui di masa pandemi Covid-19.

Ia menyebutkanm bahwa salat Tarawih memang dibolehkan, namun dengan syarat harus memenuhi standar protokol kesehatan.

Masjid dan musala dipersilakan untuk menggelar ibadah salat Tarawih, namun harus memperhatikan kapasitas dan kepatuhan protokol kesehatan.

“Boleh Tarawih, di masjid maupun di kampung-kampung. Namun harus protokol kesehatan. Misalnya ruang masjid dan musalanya berapa, maka diisinya harus maksimal separuh dari kapasitasnya. Lalu harus bawa sajadah sendiri, harus bermasker dan seterusnya,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (10/4/2021).

Seperti di Masjid Nasional Al Akbar. Pelaksanaan salat Tarawih dilaksanakan dengan kuota 25 persen dari kapasitas masjid. Hal ini serupa dengan pelaksanaan salat Jumat yang sudah berlangsung selama masa pandemi Covid-19.

Kemudian jamaah salat Tarawih wajib mengenakan masker selama beribadah. Saat memasuki masjid, mereka harus melalui pengecekan suhu tubuh, masuk bilik sterilisasi dan mencuci tangan dengan handsanitizer/sabun dengan air yang mengalir.

"Saf jamaah salat Tarawih juga harus diatur. Di atur jaga jarak sesuai ketentuan," tegasnya.

Diharapkan agar tidak ada saling kontak satu dengan yang lain selama pelaksanaan ibadah salat Tarawih.

Begitu juga dengan buka bersama (bukber) yang kerap digelar masyarakat selama bulan Ramadan.

Khofifah mengatakan, bahwa buka bersama selama Ramadan tidak dilarang, namun harus memperhatikan protokol.

“Bukber ya boleh. Asal ya jangan mengundang yang jauh-jauh. Lalu juga kapasitas ruangan diperhatikan, harus bermasker dan jaga jarak. Intinya adalah kita saling menjaga,” kata Khofifah.

Pasalnya penyebaran Covid-19 di Jatim sedang melandai. Maka ia meminta agar semua ikut saling menjaga kondisi ini. Bahwa rate of transmission sudah menurun di bawah satu. Dan kasus aktif sudah di bawah dua persen.

“Kita jaga kondisi yang melandai ini. Dan nanti saat Lebaran, kami minta semua legowo untuk tidak mudik,” pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved