Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Selama Long Weekend, Pemprov Jatim Tegas Melarang ASN dan Keluarganya Liburan Keluar Kota

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan SE yang melarang tegas ASN liburan ke luar kota demi menekan penyebaran Covid-19.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melarang para ASN keluar kota selama long weekend di Hari Raya Paskah yang jatuh pada hari Jumat (2/4/2021) ini.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menerbitkan SE yang melarang tegas ASN liburan ke luar kota demi menekan penyebaran Covid-19.

Hal itu sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Bidang Pembinaan, Kesejahteraan dan Perlindungan Hukum ASN, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Kombong Pasulu. Sistem live report diterapkan pada seluruh ASN dan tim pengawasan telah dikerahkan.

“Sudah ada SE dari gubernur. ASN dilarang ketat untuk keluar kota selama liburan panjang ini. Bahkan larangannya bukan hanya untuk ASN saja. Tapi juga untuk keluarganya,” kata Kombong.

Sistem pengawasan yang ketat telah disusun oleh tim BKD Jatim. Yaitu setiap ASN diwajibkan untuk melakukan presensi elektronik. Dan selama berkala, setiap ASN diwajibkan untuk melakukan berbagi lokasi atau live location melalui aplikasi WhatsApp.

“Sistemnya ketat. Jadi mereka harus lapor dalam sehari bisa dua kali live location. Sistem ini untuk mengawasi agar ASN tidak keluar kota selama long weekend,” tegasnya.

Sistem ini sudah lama dilakukan Pemprov Jatim selama pandemi Covid-19. Pasalnya, setiap ada liburan panjang, ASN selalu diatur untuk tidak keluar kota. Dan sistem pengawasan ini terbukti efektif mencegah ASN untuk keluar-keluar kota dan liburan.

Selain itu, tim pengawas juga di stand by kan di sejumlah titik khususnya perbatasan Jatim untuk mengetahui jika ada ASN yang nakal.

Presensi live location dilakukan sebanyak dua kali, sesuai jam kerja masuk dan pulang. Absen ini wajib dilakukan mulai tanggal 2 sampai 4 April 2021.

Untuk sanksinya, Kombong menjelaskan, bahwa ada mekanisme yang diterapkan. Sanksi yang diterapkan mulai dari teguran hingga sanksi berat sesuai aturan kepegawaian.

“Sanksinya berjenjang tergantung tingkat kesalahannya. Yang terberat ya sampai pemberhentian,” pungkas Kombong.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah menyebutkan, setiap long weekend dan cuti bersama kerap terjadi lonjakan pertambahan kasus Covid-19. Sehingga ia juga mengimbau seluruh warga Jatim untuk liburan tetap di rumah.

“Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, setelah liburan panjang, ada lonjakan pertambahan kasus. Maka kami minta untuk menjaga bersama-sama, yang sudah melandai pertambahan kasusnya hari ini, kita jaga dengan tetap di rumah,” tegas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved