Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Jaksa Tak Terima Disebut Rizieq Shihab Dungu dan Pandir: Kami S2 dan Berpengalaman Puluhan Tahun

Kata dungu dan pandir yang diucapkan terdakwa Rizieq Shihab alias Habib Rizieq saat membacakan eksepsinya membuat JPU tak terima lantaran lulusan S2.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com/Tribunnews.com
Terdakwa Rizieq Shihab dalam sidang online maupun offline. Eksepsi Rizieq Shihab yang menyebutkan kata dungu dan pandir ditanggapi jaksa dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kata dungu dan pandir yang diucapkan terdakwa Rizieq Shihab alias Habib Rizieq saat membacakan eksepsinya membuat jaksa penuntut umum (JPU) tak terima. 

Dalam tanggapan JPU, mereka menilai pernyataan kalimat yang memunculkan kata dungu dan pandir biasanya keluar dari orang tak terdidik atau berpikiran dangkal. 

Setelah itu, jaksa membela diri, bahwa rerata pihaknya lulusan strata 2 (S2) dan berpengalaman di bidangnya masing-masing puluhan tahun.

Jaksa lalu mengomentari sikap Rizieq Shihab yang sering merendahkan orang lain dan tak sesuai dengan program revolus akhlak yang digembar-gemborkan eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu. 

Seperti diketahui, Rizieq Shihab membacakan eksepsinya pada sidang lanjutan secara offline di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Sosok Husein Hasny Terduga Teroris Tertangkap, Dikenal Juragan Tanah dan Ruko, Ini Perannya di FPI

Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang Kasus Kerumunan. Foto kanan : Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021).
Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang Kasus Kerumunan. Foto kanan : Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021). (Danang Triatmojo/Tribunnews.com/TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Kini, jaksa menanggapi eksepsi Rizieq Shihab.

Tanggapan itu disampaikan dalam sidang lanjutan terdakwa kasus kerumunan Petamburan Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).

"Kalimat-kalimat seperti ini bukanlah bagian dari eksepsi kecuali bahasa seperti ini biasa digunakan oleh orang yang tidak terdidik dan digunakan oleh orang yang dikategorikan berpikir dangkal," ujar jaksa.

"Sangatlah naif kalau jaksa penuntut umum yang menyidangkan perkara terdakwa dan kawan-kawan dikatakan orang bodoh, bebal, tumpul otaknya, dan tidak mengerti," kata JPU.

Baca juga: Alasan 1.000 TNI-Polri Jaga Sidang Rizieq Shibab, 2 Terduga Teroris Baru Ditangkap Sebelumnya Hadir

Terdakwa Rizieq Shihab alias Habib Rizieq awalnya menolak hadir di sidang virtual yang digelar dari Rutan Bareskrim Polri. Majelis hakim pun minta jaksa menghadirkan terdakwa dengan cara apapun.
Terdakwa Rizieq Shihab alias Habib Rizieq awalnya menolak hadir di sidang virtual yang digelar dari Rutan Bareskrim Polri. Majelis hakim pun minta jaksa menghadirkan terdakwa dengan cara apapun. (Kolase Kompas TV/TribunJakarta)

"Kami intelektual yang terdidik dengan predikat rata-rata Strata 2 dan berpengalaman puluhan tahun di bidangnya," sambungnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved