Berita Blitar
Dari Kendang Jimbe, Susilowati Beralih Membuat Perabotan Dapur untuk Bertahan di Masa Pandemi
Kebangkrutan sudah membayangi usaha kerajinan kendang jimbe milik Susilowati di awal pandemi Covid-19.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BLITAR - Pandemi Covid-19 membuat usaha kerajinan kendang jimbe milik Susilowati (35), warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, berhenti total pada awal 2020.
Sekitar 2.000 stok kendang jimbe miliknya yang siap kirim ke Cina tidak bisa keluar dampak pembatasan ekspor di awal pandemi Covid-19.
Ditambah lagi, ibu dua anak ini masih menanggung utang sekitar Rp 100 juta dari pengiriman barang sebelumnya yang belum dibayar oleh pemesan.
Kebangkrutan sudah membayangi usaha kerajinan kendang jimbe milik Susilowati di awal pandemi Covid-19.
"Awal pandemi Covid-19 masa yang berat bagi saya. Produksi berhenti total. Stok barang tidak bisa keluar. Uang pengiriman barang sebelumnya juga belum terbayar," kata Susilowati mengenang nasib usahanya di awal pandemi Covid-19, Kamis (4/3/2021).
Baca juga: Gus Ipul Dorong Satpol PP Masuk Kampung Sosialisasikan Pencegahan Covid-19
Baca juga: Honda City Hatchback RS Resmi Meluncur di Kota Surabaya, Lebih Hemat Bahan Bakar
Baca juga: Kabupaten Lumajang Masuk Zona Kuning Berkat PPKM Mikro, 7.094 RT Sudah Zona Hijau
Tapi, mental pengusaha yang tahan banting tidak lantas membuat Susilowati menyerah dengan kondisi sulit itu.
Susilowati bersama suami, Heri Susilo mencoba bangkit mencari peluang usaha lain agar terhindar dari kebangkrutan.
Dari perajin kendang jimbe, Susilowati banting setir beralih menjadi perajin perabotan dapur berbahan kayu.
Kini, usaha kerajinan perabotan dapur miliknya terus berkembang dengan omzet mencapai Rp 50 juta per bulan.
"Kalau dibanding kendang jimbe, omzetnya jauh. Omzet kendang jimbe bisa Rp 200 juta per bulan. Tapi, labanya hampir sama, justru lebih banyak perabotan dapur," ujarnya.
Susilowati memilih beralih ke kerajinan perabotan dapur karena barang-barang itu lagi ramai di pasaran.
Semua produk kerajinan perabotan dapur milik Susilowati juga berbahan kayu.
Jenis perabotan dapur yang diproduksi mulai piring, mangkok, gelas, garpu, sumpit, telenan, cobek, nampan, dan lumpang.
"Suami bidangnya di kerajinan kayu, meski ganti produk tetap yang berbahan kayu," ujarnya.
Susilowati dan suami mulai merintis usaha kerajinan kayu sejak 2007. Awalnya, dia dan suami membuat kerajinan cobek dan lumpang dari kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/susilowati-menunjukkan-produk-kerajinan-perabotan-dapur-di-rumahnya.jpg)