Breaking News:

Berita Nganjuk

Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi Positif Covid-19 Meski Divaksin Dua Kali, Ini Penjelasan Pakar

Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19, meski telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19

surya.co.id/ahmad zaimul haq/ahmad amru muis
Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19 (kiri) dan foto ilustrasi vaksin covid-19 buatan Sinovac China 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi terkonfirmasi positif Covid-19, meski telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19, Rabu (10/2/2021).

Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF), Prof dr Chairul Anwar Nidom mengungkapkan jika ada dua kemungkinan penyebab Marhaen terinfeksi.

Yaitu tidak ada antibody yang protektif atau mutasi Covid-19.

Pasalnya jumlah antibody atau titer setiap individu berbeda setelah mendapat vaksin.

"Jadi setelah vaksin pertama bisa di cek di lab apakah antibody sudah terbentuk dengan jumlah sudah cukup untuk proteksi,"urai Prof Nidom, Sabtu (20/2/2020).

Pasalnya sejak penyuntikan dosis pertama, antibody bisa terbentuk.

Sementara penyuntikan dosis kedua sebagai booster untuk meningkatkan jumlah antibody dalam tubuh untuk melawan virus.

Baca juga: Rumah Guru SMP di Kabupaten Pamekasan Disatroni Maling, Sejumlah Perhiasan Emas Raib

Baca juga: Gowes Bareng Keluarga Besar SMP Negeri 1 Lamongan, Peringati Hari Jadi ke 70

Baca juga: Gus Gadungan Tipu Warga Malang Hingga Puluhan Juta Rupiah, Ngaku Punya Keahlian Khusus Ini

Prof Nidom mengungkapkan telah melakukan pengujian pada individu yang sudah di vaksin untuk melihat titer dan antibody yang protektif. Dan hasilnya menunjukkan jumlah yang bervariasi.

"Yang diharapkan tentunya ada antibodi yang protektif setelah vaksin. Jika sudah ada antibodi yang protektif tapi masih terinfeksi, maka kemungkinan besar virusnya sudah mutasi. Sehingga pemeriksaan jenis virus juga harus dilakukan pada wabup,"lanjutnya.

Dikatakannya, meskipun antibody terbentuk setelah divaksin, belum tentu antibody tersebut bisa melawan virus yang sudah bermutasi.

Halaman
1234
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved