Breaking News:

Liputan Khusus

Erlyanti Bersyukur Sembuh dari Covid-19 Setelah Menjalani Terapi Plasma Konvalesen

Erlyanti merasa bersyukur sembuh dari penyakit infeksi Covid-19 setelah menjalani terapi plasma konvalesen.

surya.co.id/febrianto ramadani
Mantan pasien covid-19 sedang mendonorkan plasma darah konvalesennya di UTD PMI Surabaya, Jumat (22/1/2021). 

"Saat ini banyak orang parno, takut ketular. Padahal proses donor plasma itu tidak menimbulkan covid. Soalnya penularan virus corona lewat droplet. Ada yang malas membagikan (plasma) dengan alasan privasi," tuntas Tono.

Sepuluh Kali Donor Plasma Konvalesen

Sementara itu, Luki Handoko menegaskan, ia melakukan donor plasma konvalesen lantaran panggilan hati.

Karyawan swasta asal Tandes berusia 42 tahun ini telah mendonorkan plasma konvalesennya sebanyak 10 kali.

"Pertama donor tanggal 10 Juli 2020 dan terakhir 11 Desember 2020. Waktu itu, rutin 14 hari sekali. Kalau saat ini sudah tidak bisa, karena kadar imunitas hanya untuk diri sendiri," kata Luki ketika ditemui di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Sabtu (23/1/2021).

"Sebelum donor perbanyak minum air putih, hindari makan gorengan. Untuk sampling, puasa sama minum vitamin," imbuhnya.

Ketika donor plasma untuk pertama kalinya, Luki merasakan sedikit efek samping seperti kebas di bagian bibir dan kedinginan telapak tangan dan kaki.

"Setelah dua tiga kali tidak merasakan efek apa-apa. Mungkin tubuh saya masih beradaptasi," tuturnya.

Luki berpesan, para penyintas Covid-19 tidak perlu takut mendonorkan plasma konvalesennya.

Karena apa yang dibayangkan atau ditakutkan tidaklah sama dengan prosesnya. "Prosesnya tidak sakit," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved