Berita Surabaya

Risma Siap Bersih-bersih Kemensos, Tata Kelola dan Manajemen Pengawasan akan Diperbaiki

Mensos Tri Rismaharini mengaku sudah memiliki cara untuk melakukan tata kelola di lingkungan Kementerian Sosial RI.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Parmin
surya.co.id/yusron naufal putra
Mensos RI Tri Rismaharini atau Risma saat ditemui di Surabaya, Jumat (25/12/2020).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Mensos Tri Rismaharini atau Risma mengaku sudah memiliki cara untuk melakukan tata kelola di lingkungan Kementerian Sosial RI.

Risma mengatakan siap 'bersih-bersih' di tubuh Kemensos dan melakukan kontrol ketat. 

"Sebetulnya saya gak mau ngomong detail.

Karena itu saya akan lakukan, tapi yang paling penting adalah bagaimana kontrol keuangan itu bisa dilakukan dengan tepat," kata Risma saat ditemui di Surabaya, Jumat (25/12/2020).  

Menurut Risma, anggaran yang dikelola Kementerian Sosial RI memang jumlahnya besar.

Tak hanya bersumber dari APBN, melainkan anggaran lain yang bersumber dari non APBN. 

Tata kelola, kontrol dan pengawasan dinilai menjadi yang penting.

Sebab dari pemikiran Risma, jika di internal sudah baik maka output pelayanan juga akan bagus.

Perlu sistem yang baik dan dikelola dengan betul. 

"Tata kelola, manajemen untuk pengelolaan, semua sistem itu harus diperbaiki, memang berat.

Saya tahu itu tidak mudah.

Tapi kan harus saya lakukan karena ini ngelola uang amanah rakyat luar biasa besarnya," terangnya. 

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengatakan, meski hal itu termasuk perhatian, namun Risma mengaku urusan tugas dan fungsi Kemensos tetap dilakukan secara paralel. 

Risma menjadi Mensos RI di Kabinet Indonesia Maju setelah dilantik pada Rabu (23/12/2020) kemarin.

Risma menggantikan Mensos sebelumnya, Juliari P Batubara yang tersandung kasus Bansos. 

Disisi lain, Risma mengaku saat ini pihaknya juga terus melakukan perbaikan data di Kemensos.

Hal itu termasuk prioritas yang dilakukan dirinya. 

Kedua, Risma mengatakan pihaknya juga berencana untuk melakukan pemberdayaan.

Sehingga masyarakat tak hanya menerima bantuan melainkan juga ada pemberdayaan bagi warga. 

"Jadi nanti ke depan mereka bisa berdaya, bukan hanya menerima.

Tapi mereka bisa mengakses ekonomi bukan hanya menerima," ungkap Risma. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved