Sosok Kapten SA dan 7 Oknum TNI AD Tersangka Pembakaran Rumdiskes Hipadipa, ini Kabar Terbarunya
Inilah sosok Kapten SA dan tujuh oknum TNI AD yang menjadi tersangka pembakaran rumah dinas kesehatan ( Rumdiskes) di Hipadipa, Intan Jaya, Papua.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
Akibat pembakaran tersebut menyebabkan kerugian Rp1,3 miliar.
Saat ini, kerugian tersebut tengah ditangani TNI AD.
Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Mohammad Munib menambahkan, TNI AD akan bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami.
Sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa Rumah Dinas Kesehatan akan dibangun ulang dengan biaya dibebankan kepada TNI AD.
"Kekuatan untuk membangun kembali rumah yang dihuni oleh enam kepala keluarga itu akan kita kerahkan 30 orang.
Kemudian perkiraan kita dengan 30 orang itu akan selesai dalam waktu 90 hari kerja atau dalam tiga bulan.
Karena ini urgent jadi rencana kita mulai minggu depan sudah action, sudah ada kegiatan pembangunan kembali," katanya.
4. Kabar terbaru para tersangka
Baca juga: Perhatian Jenderal Andika Perkasa kepada 2 Polisi Korban Insiden Ciracas, KSAD: Kami Memohon Maaf
Baca juga: Fakta Insiden Ciracas yang Belum Diketahui Masyarakat, Asisten Jenderal Andika Perkasa Angkat Bicara
Menurut Dandrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, kabar terbaru kedelapan tersangka saat ini sedang ditahan di POM Kodim Nabire.
"Memang benar kedelapan anggota TNI AD itu kini menjalani pemeriksaan di POM Kodim Nabire terkait pembakaran rumah dinas kesehatan di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya
Rumah dinas kesehatan dilaporkan dibakar 19 September lalu," kata Brigjen TNI Setiawan kepada Antara, Minggu (29/11/2020).
Ketika ditanya tentang prajurit TNI-AD yang diduga jadi pelaku penembakan Pdt. Yeremias Zanambani, Dandrem 173 mengaku penyidikan masih dilakukan.
Rencana otopsi yang sebelumnya disetujui keluarga belum dapat dilakukan karena keluarga menarik ijin tersebut.
"Padahal otopsi penting dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya serta nantinya dapat dilakukan uji balistik," kata Brigjen TNI Iwan Setiawan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/diduga-disorientasi-seksual-oknum-tni-berpangkat-letda-di-bali-diadili.jpg)