Khofifah vs Risma dalam Pilkada Surabaya 2020, Siapa Pemenang dalam Adu Kuat Pengaruh?
Khofifah vs Risma dalam Pilkada Surabaya, siapa pemenang dalam adu kuat pengaruh?
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Tri Mulyono
"Hal-hal tersebut memberikan petunjuk bahwa langkah dan jalurnya berbeda," tambahnya.
Senada dengan Surokim Abdussalam, Manajer Digital Tribun Jatim Network, Mujib Anwar menambahkan, seringkali muncul ketidaksepahaman antara kedua kepala daerah tersebut.
"Saya kira momentum Pilkada Surabaya ini akan menjadi salah satu panggung antara calonnya Bu Risma atau yang dukung Bu Khofifah," kata Mujib.
Mujib menambahkan, kedua kepala daerah ini pasti akan memberikan dukungan kepada salah satu calon walaupun dukungan tersebut tidak tertulis.
Dukungan kedua kepala daerah ini menurut Mujib akan menjadi penentu dalam kontestasi Pilkada Surabaya 2020.
Karena Risma selain seorang petahana Wali Kota Surabaya juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan.
Sedangkan Khofifah selain gubernur Jawa Timur juga masih menjadi Ketum PP Muslimat NU.
"Kalau soal kriteria, orang Surabaya sudah melek politik dan rasional pendekatan yang dipilih calon akan berbeda dengan daerah lain yang lainnya di Jawa Timur," kata Mujib.
Warga Kota Pahlawan akan menempatkan kriteria jujur, punya kompetensi untuk mengelola kota Surabaya akan menjadi prioritas utama.
Selain itu, warga juga akan mempertimbangkan sosok yang bisa mengembangkan ekonomi serta lingkungan.
"Taman ini merupakan bagian dari lingkungan dan selama 10 tahun Bu Risma berhasil sehingga dinilai masyarakat berhasil memimpin Kota Surabaya," kata Mujib Anwar.
"Jadi kalau di Surabaya jualan politik identitas, saya rasa tidak akan laku," pungkasnya . (*)