FAKTA TERBARU Jenazah PDP Covid-19 di Surabaya Pakai Popok Tanpa Kain Kafan, Ditinggal di Depan TPU
Berikut ini fakta terbaru berita viral jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Surabaya hanya pakai popok tanpa kain kafan
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Tri Mulyono
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berikut ini fakta terbaru berita viral jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kota Surabaya hanya pakai popok tanpa kain kafan.
Jenazah itu juga ditinggal begitu saja di depan tempat pemakaman umum (TPU).
Klarifikasi dari rumah sakit di Surabaya yang menangani jenazah PDP COVID-19 juga ada di sini.
• VIRAL Pesan Menyentuh Dokter Deny Sebelum Gugur Terpapar Covid-19, Istri dan Bayinya Juga Positif
• NASIB 4 Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 Diisolasi di RS Bhayangkara karena ODR, Videonya Viral
• VIRAL Video Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton, Panji Petualang Ajarkan Cara Lolos Lilitan Piton
• Video TikTok Adegan Cewek dan Pria Beristri di Ranjang Hotel, Ini Fakta Terbaru dan Sosok Si Cewek
Seperti diberitakan, warga Kebraon, Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, dibuat geram dengan pelayanan dari Rumah Sakit (RS) Wiyung Sejahtera Surabaya saat menangani jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
Pasalnya, jenazah salah seorang warga berstatus PDP yang meninggal di RS itu dianggap tidak diperlakukan secara layak.
Karena itu, warga setempat berencana melaporkannya ke pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya.
Ketua RW Kebraon Supriyo saat dikonfirmasi mengatakan, salah seorang warganya berstatus PDP yang meninggal di RS Wiyung Sejahtera tersebut diketahui berinisial T berusia 72 tahun.
Korban meninggal pada Minggu (7/6/2020).
Karena berstatus PDP, keluarga dan warga menyerahkan sepenuhnya proses pemakaman jenazah kepada pihak rumah sakit.
Namun demikian, warga justru dibuat terkejut dengan pelayanan dari RS.
Pasalnya, peti berisi jenazah pasien PDP itu tidak dimakamkan, tapi hanya diletakan di depan TPU.
Mengetahui hal itu, warga kemudian berinisiatif melakukan pemakaman sendiri dengan perlengkapan seadanya.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut, warga yang melakukan pemakaman jenazah memanfaatkan jas hujan dan masker.
Jenazah hanya pakai popok
Di tengah proses pemakaman tersebut berlangsung, warga kembali saat peti tak sengaja terbuka.