Iuran BPJS Naik Lagi

Sempat Dibatalkan MA, Jokowi Naikkan Iuran BPJS Lagi di Saat Pendemi COVID-19, Ini Besarannya

Kenaikan iuran BPJS sempat dibatalkan Mahkamah Agung (MA) pada akhir Pebruari 2020, kini Presiden Jokow Widodo ( Jokowi) naikkan lagi iuran tersebut.

kolase Kompas.com
Ilustrasi Kartu BPJS dan Presiden Jokowi. Sempat dibatalkan MA, Jokowi naikkan iuran BPJS lagi di saat pendemi COVID-19. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS sempat dibatalkan Mahkamah Agung (MA) pada akhir Pebruari 2020, kini Presiden Jokowi menaikkan lagi iuran tersebut.  

Kala itu, MA membatalkan peraturan presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019. Besaran kenaikan iuran BPJS masing-masing tingkatan kelas naik 100 persen.

Namun, meski di tengah pandemi COVID-19 ( virus corona) seperti saat ini, keinginan Jokowi menaikkan iuran BPJS lagi tak goyah.

Presiden mengeluarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kebijakan (beleid) tersebut diteken oleh Jokowi pada Selasa (5/5/2020).

Kenaikan iuran bagi peserta mandiri segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) diatur dalam Pasal 34.

Berikut rinciannya:

Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000.

Iuran peserta mandiri kelas II meningkat menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000.

Iuran peserta mandiri kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved