Grahadi

Pemprov Jatim

Dari 16.600 Rapid Test yang Dibagikan Pemprov Jatim, Baru 6.623 Digunakan, Khofifah Minta Dipercepat

Dari 6.263 rapid test yang telah digunakan ada yang teridentifikasi positif Covid-19 sebanyak 145 orang. Namun setelah diperdalam menggunakan tes PCR

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengimbau kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan seluruh rumah sakit rujukan penanganan virus Corona (Covid-19) di Jawa Timur agar penggunaan rapid test segera dilaksanakan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, dari 16.600 rapid test yang sudah dibagikan sampai Minggu (5/4/2020), yang sudah digunakan baru 6.263 rapid test.

"Tolong dipercepat proses penggunaannya, sesuai kualifikasi yang sudah dilakukan oleh tim kuratif terutama untuk mereka yang beresiko tinggi, harus segera dilakukan rapid test," ucap Khofifah, Minggu (5/4/2020).

Dari 6.263 rapid test yang telah digunakan ada yang teridentifikasi positif Covid-19 sebanyak 145 orang.

Namun setelah diperdalam menggunakan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dan swab, yang positif Covid-19 ada 4 orang.

Khofifah menjelaskan, biaya untuk tes tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Jika dalam tes PCR tersebut dinyatakan positif maka biayanya akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat. Namun, jika dalam tes PCR negatif, maka biaya akan ditanggung oleh Pemprov Jatim.

"Jika setelah positif secara PCR, kami juga meminta agar langsung dilakukan tracing secara mendetail," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved