Kilas Balik

Pertemuan Pimpinan KKB Papua Lodewijk Mandatjan & Soeharto di Istana Merdeka, Kembali Setia ke NKRI

Momen Pertemuan Pimpinan KKB Papua Lodewijk Mandatjan & Soeharto di Istana Merdeka, Berjanji Setia kepada NKRI.

Kolase Youtube/Ryan Paat dan SUAR.id
Pimpinan KKB Papua Lodewijk Mandatjan (kiri), Soeharto 

Barulah dengan demikian kita akan dapat memperbaiki kehidupan rakyat setahap demi setahap.

(Foto Ilustrasi) Nasib Miris Menimpa Soeharto Sebelum Jadi Presiden, Bingung Cari Kerja hingga Diperlakukan Tak Adil
(Foto Ilustrasi) Nasib Miris Menimpa Soeharto Sebelum Jadi Presiden, Bingung Cari Kerja hingga Diperlakukan Tak Adil (SUAR.id)

Presiden juga menegaskan kembali tekad pemerintah untuk membangun Irian Barat sejak daerah itu diperoleh kembali dari Belanda tahun 1963.

Menurut Presiden, yang menjadi masalahnya sekarang ialah bagaimana pembangunan Irian Barat dapat diwujudkan secepatnya.

Kepada kedua Mandatjan, Presiden Soeharto juga menjelaskan tentang penentuan pendapat rakyat, di mana diminta bantuan mereka untuk ikut mensukseskannya.

Dilansir dari buku 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto, KKB Papua Lodewijk Mandatjan melancarkan pemberontakan bermodal senapan-senapan tua peninggalan perang dunia 2.

Pada 28 Juli 1965, terjadi serangan ke asrama Yonif 641/ Cenderawasih Manokwari sehingga mengakibatkan tiga anggota TNI gugur dan empat lainnya luka-luka.

Gara-gara ini keadaan Kabupaten Manokwari mencekam.

Berbagai penghadangan dilakukan kelompok KKB Papua Mandatjan di kecamatan Warmare dan Ransiki.

Aparat keamanan di sana tak cukup menanggulangi keadaan.

Motif pemberontakan Lodewijk Mandatjan bukan semata-mata ingin memisahkan diri dengan Indonesia.

Ia juga bukan bagian dari OPM.

Mandatjan memberontak karena buruknya keadaan ekonomi pada awal Irian Barat bergabung dengan Indonesia.

Bahkan Mandatjan sendiri adalah seorang pejuang Trikora yang merasa kecewa dengan Indonesia karena hal tersebut.

Aksi teror KKB Papua pimpinan Lodewijk Mandatjan baru mereda setelah Sarwo Edhie Wibowo turun tangan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved