Berita Tulungagung

Bidan di Kecamatan Besuki Tulungagung Jual Bayi Pasien yang Tak Mampu Bayar, Kapolres : Ada 6 Korban

Kasus dugaan bidan K di Tulungagung terlibat jual beli bayi karena pasien tak mampu membayar diungkap Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia.

pixabay.com
Seorang bidan berinisial K di Kecamatan Besuki Tulungagung diduga terlibat dalam jual bayi pasien yang tak mampu bayar saat melahirkan. Menurut informasi yang didapatkan Kapolres Tulungagung, Sudah ada 6 korban. 

Satu anak lain dijual Ma dengan harga yang lebih rendah yakni 20.000 yuan atau setara Rp 39,43 juta.

Ma diduga berhasil memperoleh banyak uang dari hasil penjualan anak kembarnya tersebut.

Tak hanya melunasi kartu kredit, HP baru juga diperoleh Ma.

Wu Nan, ayah dari bayi, lalu mengetahui kabar tersebut.

Apabila ayah pada umumnya akan melindungi sang anak mati-matian, berbeda dengan Wu Nan.

Wu Nan justru kembali menghubungi Ma.

Tujuannya tak lain adalah meminta jatah dari penjualan bayi kembar mereka.

Uang tersebut digunakan oleh Wu Nan untuk membayar utangnya.

Beruntung, pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut.

Wu Nan dan Ma akhirnya ditangkap oleh polisi.

Saat diperiksa, dengan tega Ma dan Wu Nan mengaku mereka telah menghabiskan seluruh uang dari hasil penjualan anak-anaknya.

Ma saat dimintai keterangan mengaku tak punya uang dan penuh dengan utang.

“Saya tidak punya uang dan penuh hutang. Aku harus melakukan ini," katanya.

Tak hanya Ma dan Wu Nan, polisi juga berhasil menangkap pasangan yang membeli anak kembar tersebut.

Dua bocah malang tersebut lalu dirawat oleh orang tua Ma.

Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved