Berita Tulungagung

Bidan di Kecamatan Besuki Tulungagung Jual Bayi Pasien yang Tak Mampu Bayar, Kapolres : Ada 6 Korban

Kasus dugaan bidan K di Tulungagung terlibat jual beli bayi karena pasien tak mampu membayar diungkap Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia.

pixabay.com
Seorang bidan berinisial K di Kecamatan Besuki Tulungagung diduga terlibat dalam jual bayi pasien yang tak mampu bayar saat melahirkan. Menurut informasi yang didapatkan Kapolres Tulungagung, Sudah ada 6 korban. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Kasus dugaan bidan K di Tulungagung terlibat jual beli bayi karena pasien tak mampu membayar diungkap Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia.

Menurut informasi yang didapatkan oleh AKBP Eva Guna Pandia, sudah ada enam korban yang berkaitan dengan bidan K beralamat di Kecamatan Besuki, Tulungagung.

Namun, AKBP Eva Guna Pandia tak bisa berbicara panjang lebar lantaran dugaan kasus keterlibatan bidan K jual bayi pasien ditangani Polda Jatim.

Hanya saja, AKBP Eva Guna Pandia mengakui membantu proses penangkapan yang dilakukan oleh anggota Polda Jatim.

"Jadi ada pasien melahirkan, karena dari keluarga tidak mampu maka disarankan untuk menjual anaknya," ungkap EG Pandia.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia.
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia. (SURYA.co.id/David Yohanes)

Papan nama bidan K yang ada di rumahnya sudah diturunkan.

Menurut warga sekitar, praktik K sudah lama sepi meski memasang papan nama.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Bambang Triono mengakui, bidan K sempat lama tidak masuk kantor.

Namun Bambang mengaku tidak tahu alasan pastinya, karena belum mendapat laporan resmi dari kepala Puskemas.

Dari laporan lisan, K tidak masuk kerja kerja karena kemo terapi di Surabaya.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved