Video Viral

BABAK BARU Kasus Live Video Panas Siswi MTs di Tasikmalaya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Kasus live video panas via video call WhatsApp yang berisi seorang siswi MTs (Madrasah Tsanawiyah) di Tasikmalaya kini menapaki babak baru.

Editor: Iksan Fauzi
pixabay.com
Babak baru kasus live video panas siswi MTs di Tasikmalaya, penyidik Polres Tasikmalaya Kota mengungkap fakta mengejutkan. 

Sampai sekarang, kita juga menunggu bukti-bukti video dari pihak pelapor," pungkasnya.

Fakta baru terungkapnya kasus video panas siswi MTs Tasikmalaya yang viral di WhatsApp. Dari jumlah video yang direkam pelaku tak terhitung dan korban syok berat.
Fakta baru terungkapnya kasus video panas siswi MTs Tasikmalaya yang viral di WhatsApp. Dari jumlah video yang direkam pelaku tak terhitung dan korban syok berat. (ISTIMEWA)

Korban diperas dan diancam disantet

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi MTs asal Kabupaten Tasikmalaya berumur 15 tahun melaporkan dugaan pemerasan oleh mantan pacarnya berinisial E (23), dengan ancaman menyebarkan video panasnya selama ini.

Korban didampingi ibu kandungnya beserta tim Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mendatangi ruang SPK Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (17/3/2020) siang.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, awalnya korban mengaku berkenalan dengan pelaku yakni seorang pria asal Palembang di media sosial Facebook sebelas bulan lalu.

Sejak awal Juni 2019 lalu, korban pun kali pertama diminta untuk beradegan panas sesuai arahan pelaku laiknya aktris panas melalui video call WhatsApp.

Hampir tiap hari korban diminta memerankan adegan panas oleh pelaku melalui saluran video call WhatsApp.

Sampai akhirnya pada Februari 2020 lalu, pelaku dan korban memiliki masalah dalam hubungan dunia mayanya tersebut.

Korban pun pernah diminta mengirimkan uang Rp 350.000 dan mengancam akan menyantet keluarganya jika enggan menuruti semua perintah adegan porno yang dilakukan pelaku melalui video call tersebut.

"Korban sudah mengirimkan uang Rp 350.000 ke pelaku.

Korban juga diancam keluarganya akan disantet oleh pelaku.

Sampai akhirnya pelaku menyebarkan video adegan panas korban selama ini," ungkap Ato.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved